
Photo: Stand UMKM Binaan JOB Tomori
Utustoria.com, Banggai — Menjelang senja, suasana di halaman Masjid Agung An Nur, Luwuk, terasa ramai namun hangat. Cahaya keemasan sore memantul di tenda-tenda kecil Pasar Ekonomi Kreatif yang menjadi bagian dari Festival Teluk Lalong. Di salah satu sudut area, dua perempuan tampak sibuk menata botol minuman herbal dan kemasan camilan di atas rak pameran berwarna cokelat muda.
Tenda berukuran 3 x 3 meter itu milik Kalisbatan, komunitas UMKM dari Batui Selatan yang menjadi binaan JOB Tomori Sulawesi. “Malam ini penutupan, jadi kami berusaha tampil maksimal,” ujar Andi Satriani, tim pemasaran Kalisbatan, sambil memastikan label kemasan produk menempel rapi.
Dari rak kayu sederhana itu, tampak berbagai produk herbal unggulan—mulai dari sari buah mengkudu “Jatemku” hasil olahan kelompok Cahaya Berkah, hingga Mutiara Sari Herbal berbahan kunyit putih dan temu putih produksi kelompok Sipatokkong dari Desa Maasing. Kemasan baru yang lebih elegan membuat produk-produk ini tampil menonjol di antara puluhan stand lain di area festival.
Belajar Mandiri dari Desa
Nama Kalisbatan adalah singkatan dari Komunitas Herbalis Batui Selatan. Komunitas ini menaungi delapan kelompok UMKM binaan JOB Tomori yang tersebar di beberapa desa—mulai dari Cahaya Berkah dan Nafu Pakuli di Desa Sinorang, Indo Lorong dan Sipa Mase-mase di Bone Balantak, Cahaya Kasih dan Poseangan di Paisubuloli, hingga Sipatokkong dan Sipatuo dari Desa Maasing.
Menurut Nurdiana, Bendahara Kalisbatan, setiap kelompok mendapat dukungan nyata dari JOB Tomori, mulai dari pelatihan pengolahan bahan herbal, bantuan alat produksi, hingga pendampingan pemasaran.
“Pelatihan dari JOB Tomori banyak membuka wawasan kami. Sekarang kami tahu cara menjaga kualitas produk, membuat desain kemasan, dan menjangkau pembeli di luar daerah,” tutur Nurdiana.
Berkat pendampingan itu, produk-produk herbal Kalisbatan kini tidak hanya dikenal di Kabupaten Banggai, tetapi juga telah dipasarkan hingga ke Gorontalo, Makassar, dan Morowali.
Festival Jadi Ajang Unjuk Diri
Di arena Festival Teluk Lalong, Kalisbatan menampilkan sembilan produk herbal dan dua jenis makanan ringan. Kehadiran mereka mendapat sambutan hangat dari pengunjung yang tertarik mencicipi produk-produk alami khas Batui Selatan.
Salah satunya Laras, warga Luwuk yang datang bersama keluarganya. “Saya senang lihat produk lokal yang dikemas rapi begini. Rasanya juga enak dan segar. Ini bisa bersaing dengan produk dari luar,” ujarnya sambil memegang botol minuman herbal “Jatemku”.
Selama festival berlangsung, tercatat 44 produk binaan JOB Tomori terjual. Jumlah itu menjadi bukti bahwa produk lokal berbasis bahan alami tetap punya tempat di hati masyarakat.
Kolaborasi yang Menguatkan
Bagi JOB Tomori, keterlibatan UMKM binaan di ajang seperti Festival Teluk Lalong merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam memberdayakan masyarakat sekitar wilayah operasi. Dukungan mereka tidak hanya berhenti di tahap produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas dan kemandirian usaha.
Kehadiran Kalisbatan di panggung besar seperti ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antara industri dan masyarakat bisa menciptakan perubahan positif. Dari tenda kecil di festival kota, produk-produk rumahan asal desa kini perlahan menapaki pasar yang lebih luas—membawa semangat dan cita rasa lokal Banggai ke ranah yang lebih besar. (Red)



