JOB Tomori Raih PROPER Emas ke-4 Berkat Inovasi Ketahanan Pangan di Banggai | Utustoria JOB Tomori Raih PROPER Emas ke-4 Berkat Inovasi Ketahanan Pangan di Banggai – Utustoria

JOB Tomori Raih PROPER Emas ke-4 Berkat Inovasi Ketahanan Pangan di Banggai

429
Spread the love

Photo: GM JOB Tomori, Andry

Utustoria.com, Jakarta – JOB Pertamina Medco E&P Sulawesi (JOB Tomori) kembali meraih penghargaan PROPER Emas, pengakuan tertinggi di bidang lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Penghargaan ini diterima pada Senin (24/2/2025) dalam acara yang berlangsung di Sasono Kangen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Ini menjadi pencapaian keempat kalinya bagi JOB Tomori, yang tahun ini meraih penghargaan tersebut berkat keberhasilan program Pertanian Berkelanjutan Petani Banggai (Panutan Banggai) di Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Program ini berkontribusi terhadap perluasan lahan pertanian organik hingga 85 hektare serta menghadirkan inovasi dalam pengendalian hama.

Dari total 4.495 perusahaan yang masuk dalam penilaian PROPER tahun ini, hanya 85 perusahaan yang berhasil meraih PROPER Emas. Selain itu, 227 perusahaan mendapatkan PROPER Hijau, 2.649 perusahaan PROPER Biru, 1.313 perusahaan PROPER Merah, dan 16 perusahaan mendapat PROPER Hitam.

Panutan Banggai merupakan inisiatif sosial yang bertujuan mengatasi kegagalan panen akibat serangan hama melalui penerapan Serak Sulawesi Pahlawan Cegah Kematian Petani (Sersan Cemani). Program ini juga mendukung pengembangan Kompos Bikin Hidup Lebih Baik (Pos Bidik), Pompa Air Tenaga Kincir Angin, serta Eko-Eduwisata Burung Hantu. Sasaran utama program ini mencakup lima kelompok rentan, yaitu 100 petani pemilik, 25 buruh tani, 4 kelompok usaha kecil, 74 masyarakat pra-sejahtera, dan 20 anak-anak.

“Selain menjadi bagian dari ketahanan energi industri dan masyarakat di Sulawesi Tengah, JOB Tomori juga berkomitmen mendukung program pemerintah serta agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Tahun ini, kami fokus pada ketahanan pangan dengan menyelesaikan permasalahan pertanian, khususnya hama yang menyebabkan gagal panen. Harapannya, Kabupaten Banggai dapat menjadi sentra pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar GM JOB Tomori, Andry.

Inovasi sosial ini telah membawa dampak signifikan bagi kelompok rentan. Kejadian gagal panen berhasil ditekan berkat berkurangnya serangan hama tikus, petani serta buruh tani kini dapat bekerja lebih aman, serta munculnya empat UMKM baru yang menggerakkan perekonomian masyarakat. Selain itu, pendapatan masyarakat meningkat hingga melampaui upah minimum Kabupaten Banggai, dan anak-anak kini memiliki akses terhadap ruang terbuka hijau di Eko-Eduwisata Burung Hantu.

Business Support Senior Manager, Agus Sudaryanto, mengungkapkan bahwa program ini menghadirkan inovasi unik di Kabupaten Banggai, yakni rumah burung Serak Sulawesi (Tyto rosenbergii) berbahan beton ramah lingkungan. Saat ini, terdapat 89 ekor Serak Sulawesi yang menghuni 59 rumah inovatif tersebut.

“Melalui proses pembelajaran berkelanjutan, kami mengembangkan ekosistem burung hantu yang lebih kokoh dengan menghadirkan klinik burung hantu, rumah tahan cuaca, serta ekowisata. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami peran penting burung hantu sebagai sahabat petani Banggai. Kami menyebutnya ‘inovasi menghidupi yang menghidupkan’,” jelas Agus.

Keberhasilan program ini juga melahirkan kelembagaan lokal berupa kepengurusan Pokdarwis Sumberharjo sebagai pengelola Eko-Eduwisata Burung Hantu. “Program ini membuat kami semakin sadar bahwa burung Serak Sulawesi adalah sahabat petani. Mereka menyelamatkan kami dari serangan hama tikus yang dulu kami basmi dengan setrum, hingga menelan korban jiwa. Burung hantu bukanlah pembawa sial, melainkan penjaga kehidupan petani,” ujar Local Hero, Lamri. (***)