Dua Bulan Tanpa Perbaikan, Pemdes Tontouan Malah Sidang Warga  yang Keluhkan Air  - Utustoria Dua Bulan Tanpa Perbaikan, Pemdes Tontouan Malah Sidang Warga  yang Keluhkan Air  - Utustoria

Dua Bulan Tanpa Perbaikan, Pemdes Tontouan Malah Sidang Warga  yang Keluhkan Air 

1211
Spread the love

Photo: Salah seorang Warga Tontouan, Moh. Iqbal Rafsanjani Mustatim (membelakangi kamera) tengah berdebat dengan pihak Pemdes Tontouan, Rabu (1/2/23). (Abdy Gunawan/Utustoria.com)

Utustoria.com, Banggai – Polemik air bersih di Desa Tontouan, Kelurahan Luwuk tidak kunjung menemui titik terang. 

Bertahun-tahun air yang dikelolah Pemerintah Desa (Pemdes) lewat BumDes itu selalu menuai protes dari warga yang dibebani iuran, puncaknya dua bulan terakhir, air benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi oleh Masyarakat Desa Tontouan.

“Berulang kali laporan masyarakat yang datang menuntut tidak diindahkan, hanya diminta melapor ke Pemdes, dari Pemdes ketika ditemui disuruh balik tanya ke BumDes, padahal kami sudah krisis air bersih,” jelas Iqbal. 

Bukan malah memperbaiki pengelolaan air yang merupakan hajat hidup orang banyak tersebut, Pemdes malah menuding Moh. Iqbal Rafsanjani Mustatim, tokoh Pemuda Tontouan yang kerap mengkritik permasalahan air, memprovokasi dan dianggap meresahkan masyarakat lewat surat resmi dengan nomor 005/83/DT-2023 tertanggal 31 januari 2023. 

Iqbal, sapaan akrabnya, diminta hadir oleh Pemdes di Kantor Desa untuk mempertanggungjawabkan isi cuitannya di Facebook yang mengkritik permasalahan air di Desa Tontouan. Akan tetapi, dari amatan video pertemuan yang dikirimkan kepada pewarta, Kepala Desa Tontouan, Sumitro Aliwu, tidak dapat memberikan jawaban yang jelas perihal mana dari redaksi status tersebut yang dianggap memprovokasi atau menimbulkan keresahan bagi warga. 

“Kalau memang memprovokasi, mana masyarakat yang menurut bapak terprovokasi, dan siapa warga yang resah kemudian melaporkannya,” tanya Iqbal di hadapan perwakilan Pemdes. 

Iqbal menyayangkan sikap Pemdes yang terkesan anti kritik dan tidak demokratis, padahal permasalahan air yang ia utarakan di media sosial miliknya benar merupakan suatu realita yang terjadi, bukan fitnah atau sebatas mengada-ada. 

“Padahal banyak yang memposting status serupa, bukannya memperbaiki keadaaan malah menyalahkan orang yang mengeluh,” tutur Iqbal di sela-sela wawancara. 

Iqbal menganggap sudah sewajarnya sebagai Warga Desa Tontouan untuk menuntut apa yang menjadi hak mereka, apalagi menyangkut air yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Adapun isi status facebook Iqbal yang dipersoalkan pihak Pemdes Tontouan adalah sebagai berikut:
“Tontouan..kaya akan mata air..wilayah lain ambil air dari tontouan..TAPI MONGAAPAAAA SEBAGIAN MASYARAKAT TONTOUAN KESULITAN AKAN AIR hampir beberapa bulan ini,,?
Atau mo kase bergerak lagi..supaya nyanda di cuek.. pemerintah setempat nyanda peka kyaknya dengan masalah ini.
Syukur kita so sibuk kegiatan di bawah..kalau nyandaaa..hhhhhmmmm…
Kasiank juga ampir tiap org mau sholat tnggal ambil air wudhu di depan rumah..
Dan tiap malam kasian tetanggaku slalu bongkar pasang..tiup2 pipanya..tpi sayang cma angin..
TONTOUAN DARURAT AIR..
kyknya bagus di angkat di media cetak ini..”
*(abdy)