Lewat Jalan Santai, JOB Tomori Hidupkan Semangat Kartini di Moilong | Utustoria Lewat Jalan Santai, JOB Tomori Hidupkan Semangat Kartini di Moilong – Utustoria

Lewat Jalan Santai, JOB Tomori Hidupkan Semangat Kartini di Moilong

13
Spread the love

Photo:istimewa

Utustoria.com, Banggai – Pagi baru saja merekah di langit Moilong ketika ribuan langkah mulai bergerak.

Dari jembatan yang menghubungkan Desa Karang Anyer, warga berdatangan dengan wajah penuh semangat. Ada ibu-ibu yang menggandeng anaknya, para remaja yang berjalan sambil tertawa, juga para bapak yang membaur dalam riuh kebersamaan. Di pagi yang cerah itu, jalanan desa mendadak hidup oleh denyut langkah masyarakat yang berkumpul dalam satu semangat: merayakan Hari Kartini.

Langkah-langkah itu bukan sekadar irama olahraga pagi. Ia menjadi simbol kebersamaan.

Sekitar 4.400 warga tumpah ruah mengikuti kegiatan jalan sehat yang digelar Forum Kepala Desa (Forkades) Moilong bersama Joint Operating Body Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori). Dari garis start hingga pelataran Masjid Hidayatul Rahman, mereka berjalan dalam satu arus kebahagiaan, menyusuri pagi dengan harapan yang sama—menjadi sehat, menjadi kuat, menjadi lebih dekat satu sama lain.

Di sepanjang perjalanan, senyum-senyum sederhana menjadi pemandangan yang paling nyata. Anak-anak berlari kecil di antara peserta, para ibu berbagi cerita, dan para lansia tetap setia melangkah pelan namun pasti. Hari itu, Moilong seperti sedang merayakan dirinya sendiri.

Dan ketika langkah-langkah itu tiba di garis akhir, kegiatan belum selesai. Di sana, warga disambut layanan kesehatan gratis, senam bersama, dan pembagian doorprize. Sebuah perayaan yang tak berhenti pada seremoni, tetapi menjelma menjadi kepedulian.

Ketua panitia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat.

“Terima kasih kepada JOB Tomori yang telah mensupport sehingga acara ini meriah. Kami juga memohon maaf jika dalam pelaksanaan masih terdapat kekurangan. Semoga kegiatan ini dapat mendorong masyarakat menjadi lebih sehat dan cerdas,” ujarnya.

Di balik kemeriahan acara, ada makna yang lebih dalam: tentang hadirnya kebersamaan di tengah masyarakat.

Perwakilan JOB Tomori, Ahmad Sodikun, menyebut kegiatan itu sebagai wujud hubungan yang terus dijaga antara perusahaan dan warga.

“Momentum ini menjadi bukti kolaborasi yang baik antara perusahaan dan pemerintah desa,” katanya.

Kalimat itu sederhana, tetapi pagi itu Moilong membuktikannya.

Kebersamaan tampak nyata dalam setiap detail kegiatan: dari panitia desa yang sibuk melayani peserta, tenaga kesehatan yang memeriksa warga dengan sabar, hingga masyarakat yang datang dengan antusias. Semua bergerak dalam semangat yang sama.

Mungkin itulah makna Kartini yang paling dekat dengan kehidupan hari ini—bukan hanya mengenang sosok perempuan pejuang emansipasi, tetapi menghadirkan nilai perjuangannya dalam tindakan nyata: saling mendukung, saling menguatkan, dan bergerak bersama untuk kehidupan yang lebih baik.

Salah satu pesan yang disampaikan panitia pagi itu terasa begitu kuat menggema di tengah perayaan:

“Perempuan adalah mitra strategis bagi semua pihak, termasuk pemerintah, dalam melaksanakan pembangunan.”

Di antara ribuan peserta, para perempuan hadir bukan sekadar sebagai peserta jalan sehat. Mereka adalah ibu yang menjaga keluarga, penggerak desa, dan bagian penting dari denyut pembangunan masyarakat.

Maka pagi itu, yang berjalan bukan hanya ribuan warga, melainkan;
Yang berjalan adalah semangat gotong royong. Yang berjalan adalah kepedulian. Yang berjalan adalah harapan.

Dan di jalan-jalan desa yang dilintasi para pejalan kaki, semangat Kartini itu menyala—bukan dalam pidato panjang, tetapi dalam langkah-langkah sederhana yang menghidupkan kebersamaan. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *