Edi Sutrisno: Penetapan Rencana Umum Ketenagalistrikan Adalah Krusial - Utustoria Edi Sutrisno: Penetapan Rencana Umum Ketenagalistrikan Adalah Krusial - Utustoria

Edi Sutrisno: Penetapan Rencana Umum Ketenagalistrikan Adalah Krusial

990
Spread the love

Photo: Edi Sutrisno, Tokoh Muda Banggai (Istimewa)

Utustoria.com, Banggai – Listrik yang berulang kali padam di Kabupaten Banggai telah menjadi masalah yang sangat krusial. Pasalnya hal tersebut terus dikeluhkan oleh warga di seluruh wilayah Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Banggai.

Berbagai gejolak di tingkatan Masyarakat terus bermunculan akibat padamnya listrik. Banyak pelaku usaha hingga pada wilayah domestik rumah tangga yang merasa dirugikan oleh kejadian berulang ini.

Setelah reaksi para ibu – ibu yang berujung pada blokade jalan umum dan aksi demonstrasi mahasiswa di kantor PLN Luwuk, akhirnya pada 11 April 2023 DPRD Kabupaten Banggai mengundang rapat kerja sama pihak PLN UP3 Luwuk guna membahas masalah pemadaman listrik yang telah meresahkan warga dan juga terkait penerangan jalan umum.

Mestinya, jika berdasar pada undang – undang nomor 30 tahun 2009, dari 12 kewenangan pemerintah Kabupaten/Kota Bidang Ketenagalistrikan yang harus dikerjakan pertama kali adalah; Penetapan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota di Bidang Kelistrikan dan Penetapan Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah Kabupaten/Kota.

Situasi ini yang kemudian mendorong Edi Sutrisno selaku putra daerah dan juga Tokoh Muda Banggai angkat bicara, menurutnya Pemda tidak boleh berlaku seperti pemadam kebakaran, yang ketika kebakaran sudah terjadi baru kemudian hadir sebagai pemadam.

Dirinya menambahkan, dasar undang – undang yang berlaku di Negara ini adalah acuan kita dalam merencanakan pembangunan. Apalagi kejadian berulang seperti padamnya listrik adalah persoalan yang sangat vital dan mendasar, sehingga tidak boleh larut tanpa solusi.

“Pemda harus hadir sebagai jawaban atas persoalan yang krusial ini. Peristiwa berulang dan merugikan yang menyangkut kebutuhan mendasar warga sesungguhnya adalah kegagalan dalam fase pembangunan daerah. Saya ingin menekankan, jika kita gagal merencanakan, sama halnya dengan kita merencanakan kegagalan.” Ujar Edi Sutrisno pada awak media. (Red)