Demonstrasi Mahasiswa Terkait UU Ciptaker di Gorontalo Dibubarkan Oleh Polisi - Utustoria Demonstrasi Mahasiswa Terkait UU Ciptaker di Gorontalo Dibubarkan Oleh Polisi - Utustoria

Demonstrasi Mahasiswa Terkait UU Ciptaker di Gorontalo Dibubarkan Oleh Polisi

406
Spread the love

Photo: Demonstrasi Terkait UU Cipta Kerja di Bundaran HI Gorontalo (Sumber: Agung)

Utustoria.com, Gorontalo – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi buruh bersatu rakyat untuk Hulondalo nyaris ricuh dengan aparat kepolisian dan berakhir dengan deklarasi pada saat melakukan demonstrasi di Bundaran saronde kota Gorontalo, Selasa(11/4/2023)

Aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja tetap berlangsung meski ditengah terik matahari dan dalam situasi puasa Ramadan.

Sekira Pukul 14:00 Wita, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi buruh bersatu rakyat untuk Hulondalo berkumpul di depan kampus UNG sebelum berjalan menuju titik aksi di bundaran saronde.

Pada awalnya, aksi berjalan dengan Kondusif. Para pimpinan organisasi melakukan orasi dengan menyampaikan tuntutan mereka agar anggota DPR RI wakil Gorontalo, anggota DPRD Provinsi Gorontalo serta Pj Gubernur dapat menemui masa aksi.

Masa aksi bahkan melakukan negosiasi dengan aparat kepolisian agar dapat memenuhi tuntutan yang sebagaimana tercantum dalam tuntutan aksi.

Hingga kurang lebih Pukul 19:30 Wita belum ada titik terang terkait permintaan masa aksi tersebut, pada saat yang sama pihak kepolisian melakukan intervensi kepada masa aksi agar membubarkan diri karena sudah melewati batas ketentuan waktu.

Pihak kepolisian juga meminta agar aksi dapat dilanjutkan esok hari, Namun masa aksi mengabaikan permintaan dari aparat, hingga pihak kepolisan menyampaikan akan memukul mundur massa aksi jika masih mengindahkan permintaan tersebut.

Akibatnya sempat terjadi perselisihan keras antara dua belah pihak, hingga adu mulut tidak dapat terhindarkan, bahkan aksi tersebut nyaris ricuh.

Selanjutnya, kordinator aksi melakukan negosiasi dengan pihak kepolisian.

“Ya, kami minta waktu beberapa menit untuk berdiskusi dengan pimpinan-pimpinan organisasi” ucap Dandi selaku kordinator aksi.

Pada akhirnya, masa aksi menyetujui permintaan aparat kepolisian, sebelum kemudian mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan deklarasi pernyataan sikap atas aksi yang digelar.

“Kami dari Aliansi buruh bersatu rakyat untuk Hulondalo merasa kecewa atas tidak datangnya pihak dari DPR RI wakil gorontalo, anggota Dprd Provinsi serta Pj gubernur, maka dari itu kami menyatakan sikap KECEWA” ucap dandi, pada saat menyampaikan deklarasi.

Pukul 19:45 WITA masa aksi membubarkan diri secara teratur dari titik aksi dan kemudian kemudian kembali berkumpul di gerbang kampus UNG.

Saat diwawancara pasca demonstrasi, Dandi menyampaikan kepada awak media bahwa aksi yang mereka lakukan tersebut belum menemukan solusi.

“Aksi yang kami lakukan di bundaran saronde tadi, itu tidak menemui hasil dan dalam hal ini golnya tidak dapat, makanya tadi juga sempat terjadi gontok-gontokan dengan pihak kepolisian, sehingga kami melihat kondisi sudah tidak memungkinkan lagi, ya maka kami mundur saja. ujar Dandi, yang saat ini menjabat Presiden Bem UNBITA. (Gung)