Sampaikan pada Jokowi, “Salubiro belum merdeka” | Utustoria Sampaikan pada Jokowi, “Salubiro belum merdeka” – Utustoria

Sampaikan pada Jokowi, “Salubiro belum merdeka”

220
Spread the love

Photo

Utustoria.com, Morut. Sampaikan pada Jokowi Salubiro belum merdeka, seperti itu makna yang tersirat dari sebuah postingan akun media sosial warga, yang setiap hari “bertaruh nyawa” menuju Desa Lemawalia Salubiro Kecamatan Bungku Utara Kabupaten Morowali Utara (Morut).

Postingan akun facebook bernama Hanozaleck Balingga dan postingan akun bernama Fusisora Haris Parasi ini harusnya menguggah nurani pejabat dan wakil rakyat jelang hari kemerdakaan Republik Indonesia yang ke 75 Tahun, dan ramainya hiruk pikuk politik jelang Pilkada serentak 09 desember mendatang.

Camat Bungku Utara Moh. Syahdan Triansyah, S.IP. MM yang kami konfirmasi via sambungan telpon menceritakan kondisi warganya yang kesulitan karna akses jalan tersebut.

” Iya benar pak cuma itu akses dari Desa Lemo menuju Salubiro, saya terakhir naik satu bulan lalu, kalau bapak lewati jalan itu pasti akan katakan siksa, bahkan jalan di desa Uempanapa yang satu jalan hilang karna longsor pak, apa yang mereka katakan itu benar adanya,”ungkap Camat Bungku Utara (10/8).

Pekerjaan terkait jalan menuju Salubiro pernah menghabiskan APBD hampir mencapai 17 Milyar. Berikut rincian alokasi pembangunan jalan menuju Salubiro Tahun anggaran 2019,

Daftar paket terkait akses jalan Lemowalia Salubiro Tahun 2019 ;

• Peningkatan struktur jalan Lemo-Lemowalia (12.850.000.000)
• Pembangunan jalan Lemowalia-Salubiro (1.425.000.000)
• Pengawasan peningkatan struktur jalan Lemo-Lemowalia (200.000.000)
• Perencanaan jalan Tanakuraya-Salubiro (200.000.000)
• Pembangunan jalan Tanakuraya-Salubiro (2.000.000.000)

Total dana habis 16.675.000.000 (Hampir 17 M)

*Sumber; LPSE Kabupaten Morowali Utara

Kini Indonesia Merdeka 75 Tahun, Morowali Utara di sebut sebagai Kabupaten yang kaya akan sumber daya alam. Tetapi ironisnya, masih ada warga yang bertaruh nyawa melalui akses jalan yang banyak menghabiskan anggaran ini.

DPRD Morut harusnya sensitif bukan hanya pada masa pandemi dan bencana banjir. Tapi pada persoalan di depan mata yang jelas terlihat.

Warga dan perangkat desa akhirnya hari ini 10 Agustus 2020, 7 hari menjelang Kemerdekaan RI, mengungkap keresahannya berteriak di media sosial facebook memanggil orang nomor 1 di Negri ini. Sementara wakil wakilnya di DPRD Morowali Utara tengah asik dengan strategi politik jelang Pilkada. Lalu kepada siapa suara mereka di wakilkan….??????

Hendly Mangkali




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *