Inovasi ACCU dan Bioferdom Antar GM Zona 13 Pertamina Raih Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI | Utustoria Inovasi ACCU dan Bioferdom Antar GM Zona 13 Pertamina Raih Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI – Utustoria

Inovasi ACCU dan Bioferdom Antar GM Zona 13 Pertamina Raih Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI

22
Spread the love

Photo: Istimewa

Penghargaan negara ini menjadi wujud keberhasilan inovasi yang memadukan keberlanjutan operasi energi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat melalui semangat “Zona 13 Bahagia”.

Utustoria.com, Jakarta – General Manager Zona 13 Regional 4 Indonesia Timur Subholding Upstream, Ir. Andry Sehang, S.T., M.M., IPM., menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Satyalancana Wira Karya merupakan tanda kehormatan negara yang diberikan kepada warga negara Indonesia atas darma bakti besar kepada bangsa dan negara, sehingga layak menjadi teladan. Penghargaan ini juga menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral.

Penghargaan yang diterima Ir. Andry Sehang tersebut tidak terlepas dari kepemimpinannya dalam mendorong inovasi yang mengintegrasikan keandalan operasi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu inovasi unggulannya adalah ACCU (Algae Carbon Capture Utilization), yakni pemanfaatan mikroalga untuk menangkap dan memanfaatkan karbon dioksida di CPP Donggi Matindok Field.

Inovasi ACCU mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan efisiensi energi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan kegiatan hulu minyak dan gas bumi (migas) yang berkelanjutan serta memperhatikan aspek lingkungan.

Selain ACCU, Zona 13 Pertamina EP Donggi Matindok Field juga mengembangkan inovasi berbasis alam melalui pupuk organik Bioferdom. Pupuk ini dihasilkan dari pengolahan biosulfur slurry, produk samping kegiatan operasi, menjadi bahan yang bermanfaat bagi sektor pertanian.

Pengembangan Bioferdom dilakukan bersama petani di Desa Kayowa, Kabupaten Banggai, melalui program Sekolah Lapang Bioferdom. Program ini memberikan pengetahuan sekaligus praktik pertanian kepada petani agar mampu meningkatkan produktivitas dengan metode yang lebih ramah lingkungan.

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan ucapan selamat kepada para penerima tanda kehormatan. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi pemantik semangat untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi sektor energi nasional.

“Atas nama pemerintah, saya mengucapkan selamat kepada seluruh penerima tanda kehormatan. Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan negara atas dedikasi dan kontribusi nyata saudara-saudara bagi sektor energi nasional. Saya minta semangat ini terus dijaga dan diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan, sejalan dengan arahan Bapak Presiden untuk mewujudkan kedaulatan energi. Kolaborasi antara pemerintah dan BUMN energi harus terus diperkuat, karena inovasi seperti inilah yang kita butuhkan untuk menjaga ketahanan energi sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

Dengan penuh kebahagiaan, Ir. Andry Sehang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan negara. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja bersama seluruh Perwira Zona 13, dukungan SKK Migas, pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah desa, para mitra, petani, dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Alhamdulillah, hari ini kami sangat bahagia. Penghargaan ini adalah amanah sekaligus kebanggaan bagi kami semua. Saya memaknainya bukan sebagai pencapaian pribadi, melainkan buah dari kerja keras dan kekompakan seluruh perwira Zona 13, dukungan SKK Migas, Pemerintah Daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Pemerintah Desa, para mitra, para petani dan masyarakat Banggai yang tumbuh bersama kami. Kebahagiaan ini milik kita bersama,” ujarnya.

Menurut Andry, inovasi ACCU dan Bioferdom lahir dari keyakinan bahwa kegiatan operasi energi dapat berjalan selaras dengan alam sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami percaya ketahanan energi dan ketahanan pangan bisa berjalan beriringan. Melalui ACCU, kami berupaya menekan emisi dan meningkatkan efisiensi energi di fasilitas operasi. Melalui Pupuk Bioferdom dan Sekolah Lapang, apa yang semula merupakan produk samping operasi kini menjadi pupuk yang menyuburkan lahan petani di Kayowa. Ketika petani tersenyum karena panennya membaik, di situlah kebahagiaan kami sebagai insan energi,” tuturnya.

Ia menambahkan, semangat “Zona 13 Bahagia” menjadi fondasi bagi seluruh insan Zona 13 dalam menjalankan tugas dan menghasilkan karya. Semangat tersebut tidak hanya berorientasi pada pencapaian operasional, tetapi juga pada keselamatan kerja, inovasi, dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Pekerja yang bahagia akan bekerja dengan selamat, berinovasi dengan sepenuh hati, dan menghadirkan manfaat bagi sekitarnya. Itulah semangat Zona 13 Bahagia: bahagia dalam bekerja, bahagia dalam berbagi, dan bahagia ketika masyarakat ikut tumbuh bersama kita. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi, menjaga operasi yang aman dan andal, serta memberi manfaat bagi negeri,” pungkasnya.

Penghargaan Satyalancana Wira Karya ini sekaligus menegaskan kontribusi insan Pertamina di wilayah Indonesia Timur dalam mendukung ketahanan energi nasional. Melalui semangat “Zona 13 Bahagia”, perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan operasi yang unggul, rendah emisi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *