JOB Tomori Hidupkan Semangat Kemerdekaan lewat Permainan Rakyat dan Budaya di 10 Desa | Utustoria JOB Tomori Hidupkan Semangat Kemerdekaan lewat Permainan Rakyat dan Budaya di 10 Desa – Utustoria

JOB Tomori Hidupkan Semangat Kemerdekaan lewat Permainan Rakyat dan Budaya di 10 Desa

13
Spread the love

Photo: Istimewa

Utustoria.com, Banggai — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah operasi Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) berlangsung semarak. Tidak sekadar menghadirkan perlombaan khas 17 Agustus, kegiatan yang digelar di sejumlah desa ini juga diarahkan untuk memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus mengenalkan kembali nilai budaya dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak (RPIA) JOB Tomori melalui agenda Peningkatan Kapasitas Wawasan Kebangsaan dan Budaya Daerah.

Pelaksanaannya berlangsung pada 21–26 Agustus 2026 di 10 desa yang berada di wilayah kerja perusahaan. Lima desa berada di Kecamatan Batui Selatan, yakni Sinorang, Gori-Gori, Bonebalantak, Masing dan Paisu Buloli. Sementara di Kecamatan Moilong, kegiatan berlangsung di Desa Moilong, Toili, Saluan, Sumberharjo dan Selametharjo.

JOB Tomori menggandeng pemerintah desa, PKK, Karang Taruna serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Keterlibatan berbagai unsur ini membuat kegiatan tidak hanya menjadi agenda hiburan masyarakat dalam rangka memperingati kemerdekaan. Di tingkat desa, kegiatan juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses penyelenggaraan kegiatan bersama.

Relation Section Head JOB Tomori, Andi Basuki, mengatakan semangat kemerdekaan perlu ditempatkan lebih jauh dari sekadar perlombaan tahunan.

“Semangat kemerdekaan bukan hanya kita rayakan melalui perlombaan, tetapi juga kita maknai melalui kebersamaan, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Melalui RPIA, JOB Tomori berupaya menghadirkan kegiatan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi sekaligus meningkatkan kapasitasnya,” ujar Relation Section Head JOB Tomori, Andi Basuki, JOB Tomori.

Sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan, pemerintah desa bersama unsur PKK dan Karang Taruna menjadi bagian dari penyelenggaraan kegiatan. JOB Tomori juga melibatkan Forkopimcam Batui Selatan dan Moilong dalam rangkaian agenda di masing-masing wilayah.

Pola kolaborasi tersebut menjadi ruang pertemuan antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat. Selain memperkuat komunikasi antarpemangku kepentingan, keterlibatan masyarakat secara langsung diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kemampuan masyarakat dalam mengelola kegiatan bersama di lingkungan desa.

Camat Batui Selatan, Faidil Akbar Dg Pasau, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah dengan JOB Tomori dalam kegiatan peningkatan kapasitas wawasan kebangsaan dan budaya daerah.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan yang digagas secara bersama dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan Kapolsek Toili melalui Kasubsektor Moilong, Ahmad Abas. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif karena menggabungkan unsur hiburan masyarakat dengan upaya menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air dan memperkenalkan budaya daerah.

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti perlombaan. Setiap desa menyelenggarakan sedikitnya 15 jenis permainan dengan peserta yang berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak TK/PAUD, pelajar sekolah dasar, remaja, hingga kelompok ibu dan bapak.

Untuk anak-anak TK/PAUD, sejumlah permainan yang dilombakan di antaranya sendok bola, sortir bola berdasarkan warna dan tangkap bola bersama ibu.

Peserta tingkat sekolah dasar mengikuti permainan estafet hanger, lari balon, keranjang balon, pindah gelas, lempar balon menggunakan sarung dan injak balon.

Kelompok remaja juga mendapatkan jenis permainan tersendiri, seperti memasukkan pensil ke dalam botol bagi peserta putra dan lingkaran air untuk putri.

Sementara kelompok ibu dan bapak turut ambil bagian dalam permainan nampan bocor, celana buta, menjinjing nampan berisi bola dan gebuk paku.

Di sejumlah desa, jenis permainan dikembangkan lebih beragam dengan melibatkan orang tua dan anak secara berpasangan. Di antaranya estafet puzzle bersama orang tua, estafet kelereng, mengumpulkan gelas menggunakan karet, mengumpulkan air menggunakan spons, menjinakkan bom, bola nampan, mengumpulkan bola anak baduta, minum susu, estafet bola dan air bersama orang tua, menangkap bola menggunakan kresek, pancing gelas, membawa bola menggunakan pensil, estafet sedotan, mengeluarkan bola dari keranjang menggunakan lidi aren, estafet bola kaki plastik, lari putra dan putri, memindahkan bola menggunakan air hingga catur.

Ragam permainan tersebut membuat kegiatan dapat diikuti masyarakat dari berbagai rentang usia. Khusus permainan yang mempertemukan anak dengan orang tua, momentum tersebut sekaligus menjadi sarana untuk membangun interaksi keluarga melalui aktivitas yang sederhana dan menyenangkan.

Bagi JOB Tomori, kegiatan berbasis masyarakat seperti ini merupakan salah satu bagian dari upaya membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Interaksi yang terbangun melalui kegiatan desa menjadi bagian dari community engagement, sekaligus membuka ruang komunikasi antara perusahaan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan setempat.

Di sisi lain, nilai-nilai yang dibawa dalam kegiatan tersebut juga berkaitan erat dengan semangat peringatan kemerdekaan. Gotong royong, sportivitas, persatuan, kekeluargaan dan kepedulian terhadap lingkungan sosial menjadi nilai yang hadir melalui berbagai permainan.

Pengenalan budaya daerah juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Dengan melibatkan masyarakat secara luas, terutama generasi muda, kegiatan diharapkan tidak hanya menjadi hiburan tahunan tetapi turut menjaga keberadaan nilai budaya dan kearifan lokal di tengah perkembangan masyarakat.

JOB Tomori menyatakan akan terus menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang diarahkan pada peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga keberlanjutan operasi sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dan pemangku kepentingan.

Semangat itu sejalan dengan komitmen JOB Tomori untuk terus tumbuh bersama masyarakat melalui sinergi, kolaborasi dan semangat “Energi untuk Negeri”. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *