
Photo: Istimewa
Utustoria.com, Banggai – Keberlanjutan kegiatan hulu minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Banggai membutuhkan dukungan dan sinergi lintas pemangku kepentingan. Hal itu menjadi salah satu poin utama dalam Executive Strategic Dialogue – Sinergi dan Kolaborasi Hulu Migas yang digelar JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) bersama Pertamina EP Donggi Matindok Field (PEP DMF), 16 September 2026.
Mengangkat tema “Membangun Banggai, Mendukung Ketahanan Energi Nasional”, forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan perspektif mengenai posisi strategis industri hulu migas bagi pembangunan Kabupaten Banggai sekaligus kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Banggai Amirudin Tamoreka bersama jajaran OPD, Ketua DPRD Banggai Saripudin Tjatjo bersama anggota DPRD, Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto, Kepala SKK Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi Haryanto Syafri, Forkopimda Kabupaten Banggai, serta jajaran manajemen JOB Tomori dan PEP DMF.
Turut hadir sebagai narasumber Kepala Kelompok Kerja Pengembangan Masyarakat SKK Migas Roy Widiartha dan Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalimantan Sulawesi Wisnu Wardhana.
Sejumlah isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari posisi dan peranan industri hulu migas di Kabupaten Banggai, dukungan pemerintah daerah, DPRD dan Forkopimda terhadap keberlanjutan operasi JOB Tomori dan PEP DMF, hingga sinergi program pengembangan masyarakat bagi daerah penghasil.
Aspek keamanan, hukum, dan regulasi juga menjadi bagian pembahasan. Kondisi wilayah yang aman dan kondusif dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjamin keberlangsungan kegiatan operasi hulu migas.
Dalam konteks tersebut, masing-masing pemangku kepentingan memiliki peran yang saling melengkapi. Pemerintah daerah memiliki fokus pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, DPRD menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan, sementara Forkopimda berperan dalam menjaga keamanan, kepastian hukum, dan kondusivitas wilayah.
Di sisi lain, regulator memastikan tata kelola kegiatan hulu migas berjalan sesuai ketentuan, sedangkan JOB Tomori dan PEP DMF menjalankan kegiatan operasi sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
General Manager Zona 13, Andry Sehang, mengatakan kesamaan persepsi menjadi fondasi penting dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
“Forum ini menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi dan mempertemukan perspektif pemerintah daerah, legislatif, Forkopimda, regulator, serta pelaku industri mengenai peran dan keberlanjutan kegiatan hulu migas di Banggai. Kami berharap dialog ini menjadi dasar untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan,” ujar Andry.
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan hulu migas membutuhkan komitmen bersama agar aktivitas operasi tetap memberikan kontribusi bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Melalui semangat One Perception, One Commitment, One Action, kami ingin terus membangun langkah bersama yang memberikan kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Banggai sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” lanjut Andry. (Red)



