SMANSU Berani Berbahasa Inggris! | Utustoria SMANSU Berani Berbahasa Inggris! – Utustoria

SMANSU Berani Berbahasa Inggris!

5069
Spread the love

Photo: Pelepasan Balon SMANSU Berani Berbahasa Inggris

Utustoria.com, Banggai – Setelah sukses menggelar kegiatan English Camp pada 5–7 Mei 2025, SMA Negeri Tolisu kembali melanjutkan agenda semesterannya dengan mengadakan Kemah Gabungan Pramuka dan PMR. Kegiatan ini mengusung tema “Membentuk Pramuka Penegak dan PMR yang Kuat Secara Fisik, Mental dan Mandiri Dalam Berpikir serta Bertindak” dan berlangsung pada 8–10 Mei 2025. Kedua kegiatan ini merupakan agenda rutin sekolah yang diikuti oleh seluruh siswa.

Kemah gabungan Pramuka dan PMR ini dibuka langsung oleh Ketua Kwarran Toili Jaya yang juga merupakan Mabigus dan Kepala SMA Negeri Tolisu, Bapak Bagus Alit Wisnawa, S.Sos., M.A.P. Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Toili Jaya (atau perwakilannya), Ketua PMI Toili Jaya, Pengurus Kwarran Toili Jaya, DKR Toili Jaya, Dewan Guru, serta seluruh siswa dan siswi SMAN Tolisu. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kemampuan setiap siswa dalam mengelola waktu, terutama untuk menyesuaikan diri dengan padatnya agenda sekolah yang telah dirancang.

Kegiatan kali ini terasa istimewa karena dirangkaikan dengan peluncuran program terbaru sekolah: “SMANSU BERANI BERBAHASA INGGRIS”, yang ditandai secara simbolis dengan pelepasan balon ke udara.

Program ini merupakan inovasi terbaru sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap Program BERANI CERDAS yang dicanangkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah.

“Program SMANSU BERANI BERBAHASA INGGRIS ini merupakan perwujudan dari kegiatan-kegiatan kami yang berbasis bahasa Inggris sejak tahun 2023 lalu. Ada empat kegiatan yang kami lakukan untuk mendukung program ini,” ungkap Alit.

Adapun keempat kegiatan yang dimaksud meliputi:

  1. English Course – Kursus bahasa Inggris gratis khusus bagi siswa baru kelas X yang dilaksanakan tiga kali seminggu pada sore hari selama lima bulan.
  2. Vocabulary Task – Hafalan kosakata wajib yang kemudian disetor kepada guru yang ditugaskan.
  3. Inspire English Club – Komunitas berbahasa Inggris yang rutin berkumpul dan berlatih berbicara dalam bahasa Inggris seminggu sekali pada sore hari di sekolah, dipandu langsung oleh guru mata pelajaran Bahasa Inggris. Komunitas ini diharapkan menjadi ujung tombak keberhasilan program dengan menjadi tutor sebaya. Saat ini, terdapat 22 siswa yang tergabung, semuanya telah memiliki kemampuan dasar bahasa Inggris. Mulai tahun 2024, keanggotaan dalam komunitas ini menjadi syarat bagi siswa yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua organisasi sekolah seperti DPK, OSIS, Pramuka, dan PMR.
  4. English Camp – Kemah berbahasa Inggris yang menjadi ajang perayaan sekaligus pengembangan potensi siswa dalam mengeksplorasi kemampuan berbahasa Inggris. Dalam kegiatan ini ditampilkan beragam aktivitas seperti Games, Pensi, serta menghadirkan pemateri eksternal yang kompeten di bidangnya.

“Bahasa Inggris hendaklah mulai digunakan sebagai kebiasaan untuk berani berkomunikasi bagi seluruh komponen di sekolah, baik guru maupun siswa, dalam bentuk yang sederhana sekalipun, agar tercipta lingkungan yang mendukung program tersebut,” ujar Endang Sulastriati, S.Pd.Gr, selaku Pembina Mapel Bahasa Inggris.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari sinergi dengan program prioritas daerah.

“Program Berani Berbahasa Inggris adalah salah satu wujud mendukung program Berani Cerdas pada satuan pendidikan. Berani Berbahasa Inggris dapat membantu peserta didik mengembangkan keterampilan sosial, seperti kerja sama tim, komunikasi, dan kepemimpinan,” ujar M. Yunus, Kepala Bidang SMA, Provinsi Sulawesi Tengah, melalui wawancara via WhatsApp.

Mewujudkan program ini tentu tidak mudah. Namun, dengan semangat Together We Speak, Together We Grow [Bersama Kita Berbicara, Bersama Kita Tumbuh], semua akan menjadi lebih ringan. Oleh karena itu, Alit berharap doa dan dukungan dari seluruh guru, siswa, orang tua, serta semua pihak yang peduli terhadap sekolah, agar mereka diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam merealisasikannya. (Red)