Pupuk Langkah; Melalui Pos Bidik, JOB Tomori Lakukan Program Pengelolaan Pupuk Berbasis Limbah Ternak! | Utustoria Pupuk Langkah; Melalui Pos Bidik, JOB Tomori Lakukan Program Pengelolaan Pupuk Berbasis Limbah Ternak! – Utustoria

Pupuk Langkah; Melalui Pos Bidik, JOB Tomori Lakukan Program Pengelolaan Pupuk Berbasis Limbah Ternak!

582
Spread the love

Photo: Kandang Dan Pabrik Pembuatan Pupuk Kompos Kelompok Binaan JOB Tomori, Pos Bidik

Utustoria.com, Banggai – JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) melalui kelompok binaannya, Pos Bidik (Kompos Bikin Hidup Lebih Baik), di Desa Cendana Pura, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, menginisiasi program pengelolaan pupuk berbasis limbah.

Program ini bertujuan untuk mengatasi kelangkaan pupuk sekaligus memberikan solusi ramah lingkungan dan berkelanjutan.Inisiatif ini mendapat apresiasi luas dari pemerintah dan masyarakat setempat karena tidak hanya membantu petani, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Fahmi Arifudin Rizal, pengelola Pos Bidik, menjelaskan bahwa kelompok ini dibentuk untuk menjawab persoalan mendesak yang sering dihadapi petani, yakni kurangnya pasokan pupuk.

“Kami memulai dengan modal Rp6 juta dan tekad untuk mengubah limbah menjadi berkah,” ungkap Fahmi saat ditemui awak media pada Minggu (1/12/2024).

Produksi Pupuk Berkualitas Tinggi dengan Harga Terjangkau

Pupuk yang dihasilkan oleh Pos Bidik dikenal memiliki kualitas tinggi dan dijual dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan pupuk non-subsidi, yakni Rp70.000 per karung dengan berat sekitar 40 kilogram. Menurut salah satu anggota kelompok, Gendon, harga tersebut sangat membantu petani kecil yang kesulitan mengakses pupuk mahal.

“Kami ingin memastikan pupuk berkualitas bisa diakses oleh petani kecil tanpa membebani mereka secara finansial,” jelasnya.

Selain memproduksi pupuk padat, Pos Bidik juga sedang mengembangkan pupuk cair yang direncanakan akan diluncurkan pada tahun depan. Upaya ini tidak terlepas dari dukungan penuh JOB Tomori, baik dalam pembangunan fasilitas maupun pengadaan alat pengolahan.

Kemitraan dan Dampak Sosial

Hingga saat ini, Pos Bidik telah bermitra dengan dua desa di sekitar lokasi pengolahan dan melibatkan 45 peternak sebagai penyedia bahan baku utama. Program ini juga berhasil menciptakan lapangan kerja bagi 12 pekerja tetap dan beberapa keluarga yang terlibat dalam pembuatan arang sebagai bahan tambahan pupuk.

Dengan langkah-langkah inovatif ini, Pos Bidik tidak hanya membantu mengatasi masalah limbah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini sejalan dengan komitmen mereka untuk mengedepankan keberlanjutan dalam praktik pertanian.

Pengakuan Formal dan Pengembangan Bisnis

Tidak hanya fokus pada produksi, Pos Bidik juga mendapatkan pengakuan formal atas produknya. Merek dagang mereka telah resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM, sementara sertifikasi mutu produk kini sedang dalam proses pengurusan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan distribusi pupuk.

Apresiasi dan Harapan JOB Tomori

Ruru Rudianto, Section Head Relation JOB Tomori, mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan program ini. Menurutnya, inovasi yang dilakukan oleh Pos Bidik sejalan dengan visi JOB Tomori untuk mendukung program berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“JOB Tomori sangat mendukung inisiatif seperti ini. Kami berharap media dapat membantu memberikan edukasi kepada masyarakat, agar semakin banyak pihak yang menyadari manfaat limbah untuk diolah menjadi pupuk,” ujar Ruru.

Masa Depan Pertanian yang Lebih Hijau

Program Pos Bidik menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan limbah yang tepat dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan. Dengan dukungan JOB Tomori dan semangat dari para anggotanya, kelompok ini diharapkan mampu terus berkembang dan menjadi model inovasi berkelanjutan di bidang pertanian.

Inisiatif ini tidak hanya memberikan solusi bagi kelangkaan pupuk, tetapi juga membuka peluang baru bagi petani dan masyarakat di sekitarnya, menuju masa depan pertanian yang lebih hijau dan mandiri.