Rentenir Di Era Digital Berbasis Aplikasi Online | Utustoria | Page 2 Rentenir Di Era Digital Berbasis Aplikasi Online – Laman 2 – Utustoria

Rentenir Di Era Digital Berbasis Aplikasi Online

1811
Spread the love

Terobosan yang dilakukan dengan memberikan pinjaman tanpa ada syarat dan anggunan inilah yang menjadi awal mula bagaimana peminjaman online (pinjol) menjadi salah satu cara instan yang menurut sebagian masyarakat merupakan sebuah solusi, namun dibalik kemegahan konsep tersebut peminjaman online memiliki sebuah resiko dan ancaman yang sangat nyata terhadap Identitas dari para peminjam atau user tersebut. Penelanjangan Identitas menjadi sebuah topik pembahasan dalam sistemasi Aplikasi Pinjol (Peminjaman Online) yang sangat meresahkan bagi seluruh user atau peminjamnya, karena ini merupakan sebuah tindakan yang sangat besar impact-nya terhadap status dari peminjam jika identitas disalahgunakan menjadi aktifitas untuk membuat malu, mengancam, mengintimidasi seseorang demi mengikuti kepentingan pribadi. Tindakan seperti itu biasa dikenal sebagai Tindakan Persekusi Digital.

Sebagaimana regulasi yang sudah ada seharusnya Identitas dari user merupakan hal yang sangat privasi dan merupakan keamanan prioritas, namun justru pola yang tercipta dari Perusahaan Fintech ini cenderung mengabaikan tingkat sekuritas pada identitas user. Penyalahgunaan Identitas user sebagai bahan untuk menagih dan memberikan punishment kepada para peminjam yang mengalami keterlambatan dalam membayar juga menjadi sebuah ancaman terhadap identitas itu sendiri. Bagaimana tidak, jika sebuah identitas menjadi sebuah sasaran yang akan mengancam harga diri, rasa malu, jati diri seseorang menjadi sebuah ladang bagi Aplikasi Pinjol dalam memberikan sebuah sanksi dan menghukum peminjam karena keterlambatan dalam membayar. Tak kala menjadi sebuah persekusi digital, namun tindakan seperti ini juga akan menjadi sebuah pelanggaran terhadap etika kemanusiaan yang akan mengancam keberlangsungan derajat kemanusiaan. Lebih lanjut, mengenai aplikasi pinjaman online ini benar adanya merekam setiap data dan aktifitas yang dilakukan oleh peminjam, terlebih ketika peminjam sudah mengikuti petunjuk sistem yang tanpa disadari itu merupakan sebuah hirarki yang dibangun untuk wajib kita patuhi dan tidak bisa ditolak, dengan kata lain ada sebuah ‘pemaksaan’ yang mewajibkan peminjam untuk menyerahkan data-data pribadinya untuk dapat diakses oleh Perusahaan Fintech sebagai jaminan yang harus ditebus Ketika peminjam telat tidak membayarkan utang dana dari Aplikasi tersebut.

Skema baru yang diciptakan oleh rentenir digital ini menawarkan juga konstruksi baru dalam jumlah pinjaman yang dapat diakses oleh calon peminjam dana, salah satu cara yang dilakukan oleh para rentenir digital adalah memberikan adanya limit atau limitasi yang berfungsi sebagai pencegahan terhadap kerugian yang akan diterima oleh pihak rentenir jika ada nasabah yang tidak membayar atau mengembalikan dana yang dipinjam. Terlihat adanya perbedaan yang digagas oleh rentenir di era digital saat ini dengan rentenir konvensional, perbedaan terlihat dari limit atau jumlah batasan yang ditawarkan oleh rentenir konvensional jaman dulu karena mayoritas rentenir selalu memberikan tawaran pinjaman dengan nominal besar dengan tujuan dapat memberikan bunga yang juga besar dengan jangka waktu yang singkat. Jika menelisik ke belakang memang image dari retenir atau lintah darat pasti mencerminkan suatu pihak yang mampu memberikan pinjaman uang kepada nasabah yang terdesak, akan tetapi tanpa dibekali rasa humanis terhadap si nasabah tersebut apabila membayar diluar batasan waktu yang diberikan.
Rentenir di era digital saat ini banyak memberikan representasi bantuan kemudahan yang tidak akan menyulitkan calon peminjam dana, baik dari segi pendaftaran, proses pencairan dana hingga penagihan jatuh tempo pembayaran. Berbicara mengenai representasi yang terjadi pada issue tentang aplikasi peminjaman uang berbasis online ini, bisa dikatakan jika representasi yang terjadi karena akses yang harapannya membawa kemudahan dan kepraktisan masyarakat dalam meminjam uang dan membutuhkan dana cepat ini disebabkan oleh akses yang mempengaruhi wacana. Analisis wacana Van Djik, memberi perhatian yang besar pada akses, bagaimana akses diantara masing-masing kelompok dalam masyarakat, kelompok elit selalu mempunyai akses yang lebih besar dibandingkan dengan kelompok yang tidak berkuasa, oleh karena itu mereka yang lebih berkuasa mempunyai kesempatan lebih besar untuk mempengaruhi kesadaran khalayak (Eriyanto, 2001: 272). Salah satu tawaran menarik yang tidak dimiliki rentenir konvensional adalah pinjaman tanpa jaminan, wacana ini sangat mampu menarik para calon peminjam untuk beralih dari cara peminjaman uang konvensional menuju peminjaman berbasis aplikasi digital. Namun kembali pada limitasi yang terbatas, rentenir di era digital terbatasi akan limit peminjaman yang sebatas sampai angka tertentu, contohnya; Rp 500.000 – Rp 2.500.000. Hal ini berfungsi untuk mencegah kemungkinan kerugian yang didapati oleh pihak rentenir digital tersebut, berbeda dengan rentenir konvensional yang mampu memberikan pinjaman hingga limit tertinggi yang dibutuhkan oleh calon peminjam sesuai dengan jaminan yang dijaminkan.




One thought on “Rentenir Di Era Digital Berbasis Aplikasi Online

Comments are closed.