Bila diperkuat dengan gagasan Foucault, industri kapitalisme mendorong adanya disipilin ketubuhan melalui kekuasaan terhadap tubuh. Kekuasaan tersebut melalui berbagai narasi yang ditampilkan dalam iklan maupun melalui berbagai promosi langsung yang dilakukan oleh agen-agen kapitalis seperti penawaran program perawatan tubuh dan kecantikan wajah yang biasanya terspesialisasi bagi perempuan; adanya diskursus mengenai tutorial perawatan tubuh yang mengharuskan disiplin dalam penggunaan alat-alat perawatan tubuh secara sendiri maupun disipilin dalam mendatangi tempat-tempat perawatan tubuh.
Mekanika kekuasaan terhadap tubuh secara berjejaring dilakukan oleh institusi ekonomi, keluarga, sekolah, politik pemerintahan maupun agen-agen kapitalis.
Mekanika kekuasaan terhadap tubuh tersebut selanjutnya membentuk konstelasi sosial yang menuntut setiap individu agar mampu mengontrol tubuhnya baik dalam ciri fisik, hasrat, keinginan, dan kesehatan yang nantinya membentuk kesadaran bagi individu tersebut mengenai kedisiplinan dalam pengelolaan tubuh dalam setiap waktu dan ruang.
Sumber Referensi :
- Synnott, Anthony. 2007. Tubuh Sosial : Simbolisme, Diri dan Masyarakat. Yogyakarta : Jalasutra.
- Haryatmoko. 2016. Membongkar Rezim Kepastian. Yogyakarta : Kanisius.
- Jones, Pip dkk. 2016. Pengantar Teori-Teori Sosial. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Ulasan oleh Muhammad Makro Maarif Sulaiman, Akademisi Sosiolog
Bantul Yogyakarta.



