
Photo: Istimewa
Utustoria.com, Malang – SKK Migas Perwakilan Kalimantan & Sulawesi bersama JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi dan Pemerintah Kabupaten Banggai menggelar Lokakarya Penguatan Kapasitas Kehumasan pada 4–5 Februari 2026 di Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat peran komunikasi publik dalam mendukung sektor hulu migas dan pembangunan daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Lely M. Sondakh yang mewakili Kepala SKK Migas Kalsul, Agus Sudaryanto selaku Business Support Sr. Manager JOB Tomori, serta Muhlis Pampawa selaku Kabag Prokopim Kabupaten Banggai, didampingi jajaran staf masing-masing. Seluruh peserta sepakat bahwa sinergi komunikasi antar lembaga merupakan kunci menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri hulu migas sekaligus kebijakan pemerintah daerah.
Rangkaian lokakarya diisi dengan pemaparan dari sejumlah narasumber berkompeten. Marsha D. Wahab dari SKK Migas Kalsul menjelaskan tata kelola usaha hulu migas yang mengacu pada UU No. 22 Tahun 2001 dan Perpres No. 9 Tahun 2013. Ia menegaskan bahwa seluruh fasilitas KKKS merupakan Barang Milik Negara dan kegiatan hulu migas adalah mandat Pemerintah Republik Indonesia. Dalam paparannya juga disinggung tantangan produksi di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional yang memerlukan dukungan pemerintah daerah.
Sesi berikutnya menghadirkan Saptadi Hery Kurniawan, M.Ikom, IAPR, praktisi sekaligus akademisi dari Perhimpunan Humas Indonesia. Ia menekankan pentingnya peran humas sebagai trust anchor di era disrupsi, melalui penguatan media engagement, penerapan etika, serta profesionalisme.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Dr. Dian Agustine Nuriman, yang menggarisbawahi urgensi strategi komunikasi berbasis riset dan storytelling. Ia juga menekankan kesiapan manajemen risiko serta komunikasi krisis yang responsif, empatik, dan transparan sebagai bagian penting dari praktik kehumasan modern.
Melalui forum ini, diharapkan kapasitas dan profesionalisme Humas Pemerintah Kabupaten Banggai, Humas JOB Tomori, serta Humas SKK Migas Kalsul semakin solid dan terintegrasi dalam menyampaikan pesan-pesan strategis sektor hulu migas. Keselarasan komunikasi tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat kepercayaan publik, menopang ketahanan energi nasional, serta mendorong pembangunan daerah Banggai yang berkelanjutan. (Red)



