
Photo:
Utustoria.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banggai Kepulauan mendapat sorotan dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bangkep. Organisasi nelayan tersebut menilai penyusunan menu program masih belum sepenuhnya mencerminkan karakter wilayah kepulauan yang memiliki potensi perikanan melimpah.
Ketua KNTI Bangkep, Doni Setiawan, menyampaikan bahwa Banggai Kepulauan dikenal sebagai daerah dengan dominasi wilayah laut, sehingga pemanfaatan ikan laut dalam menu MBG seharusnya menjadi bagian yang lebih diperhatikan. Menurutnya, penyajian menu yang belum menempatkan ikan sebagai pilihan utama menimbulkan kesan bahwa potensi daerah belum menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan program.
Sekretaris KNTI Bangkep, Kaharudin atau yang akrab disapa Agung, menambahkan bahwa pendekatan program nasional idealnya tidak bersifat seragam, melainkan mampu menyesuaikan dengan karakteristik wilayah. Ia menilai optimalisasi ikan laut dalam menu MBG menjadi langkah yang wajar di daerah kepulauan yang selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil ikan di wilayah Sulawesi Tengah.
KNTI Bangkep berpandangan bahwa apabila ikan laut lebih diutamakan dalam penyusunan menu MBG, maka pemanfaatan hasil tangkap lokal akan semakin terbuka dan memberi ruang lebih luas bagi nelayan kecil untuk terlibat dalam rantai pasok program. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat keterhubungan antara program nasional dan potensi riil daerah kepulauan.
Selain itu, ikan laut secara umum dikenal memiliki kandungan protein berkualitas dengan asam lemak omega-3 yang lebih tinggi serta komposisi lemak yang relatif lebih ringan dibandingkan ayam potong. Dengan karakteristik tersebut, optimalisasi ikan laut dalam menu MBG tidak hanya selaras dengan identitas Banggai Kepulauan sebagai daerah penghasil ikan, tetapi juga menjadi pilihan yang lebih rasional dibandingkan dominasi ayam potong di wilayah yang 75 persen bentang alamnya adalah laut. (Red)



