
Photo: Istimewa
Utustoria.com, Banggai – 25 Agustus 2025 — Komitmen JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) dalam mendukung pemenuhan hak anak kembali mendapat pengakuan dari Pemerintah Kabupaten Banggai.
Dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, perusahaan hulu migas di bawah pengawasan SKK Migas ini menerima Penghargaan Peduli Anak atas kiprahnya yang konsisten memperjuangkan kesejahteraan anak dan pemberdayaan ibu di wilayah sekitar operasi.
Penghargaan tersebut diserahkan pada acara puncak HAN bertema “Anak Hebat, Indonesia Kuat, Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar di Lapangan Mirqan, Luwuk Selatan, Senin (25/8/2025).
Dari Stunting hingga Pendidikan Anak
JOB Tomori dinilai layak menerima apresiasi ini karena selama bertahun-tahun aktif menjalankan berbagai program sosial yang berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Program-program tersebut mencakup sektor pendidikan, kesehatan, gizi, serta pemberdayaan perempuan yang menjadi motor utama kesejahteraan keluarga di tingkat akar rumput.
Menurut Adrian Agung, Field Senior Manager JOB Tomori, perusahaan meyakini bahwa kualitas generasi masa depan tidak bisa dilepaskan dari peran ibu yang kuat dan berdaya.
“Kami percaya bahwa pemberdayaan ibu adalah kunci untuk melahirkan generasi yang sehat dan cerdas. Karena itu, kami terus memperkuat program penanganan stunting di wilayah ring satu operasi kami,” ujar Adrian.
Senada dengan itu, Andi Basuki, Relation Section Head JOB Tomori, menambahkan bahwa program penanganan stunting telah berjalan secara konsisten selama lebih dari lima tahun.
“Kami bermitra dengan Universitas Negeri Makassar dan posyandu setempat untuk memastikan pendampingan berjalan efektif. Fokus kami tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga pada edukasi gizi dan pengawasan tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Program Nyata di Lapangan
Melalui payung program Community Development (Comdev), JOB Tomori telah menyalurkan berbagai inisiatif pemberdayaan perempuan dan anak di sejumlah desa di Kabupaten Banggai.
Beberapa di antaranya meliputi:
Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak, di Desa Bonebalantak (2019–sekarang) dan Desa Paisu Buloli (2012–sekarang), sebagai pusat pelatihan keterampilan dan konseling keluarga.
Program Penanganan Stunting, yang aktif di berbagai posyandu balita dan lansia di Desa Maasing, Bonebalantak, Saluan, Toili, Paisu Buloli, Sinorang, Sidoharjo, Bumiharjo, dan Karanganyar.
Program UMKM Perempuan, yang mengembangkan usaha olahan pangan, budidaya lele dan ayam, perkebunan, hingga bank sampah untuk ekonomi sirkular.
Intervensi Aksi Bergizi bersama sekolah seperti SMK Negeri 1 Batui Selatan dan Madrasah Al-Muhajirin, untuk meningkatkan kesadaran gizi remaja putri.
Pelatihan Kapasitas PKK dan Pemanfaatan Pekarangan Rumah, melalui kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Ketapang.
Komitmen yang Terus Berkembang
Rangkaian inisiatif tersebut menunjukkan bahwa bagi JOB Tomori, tanggung jawab sosial bukan sekadar pelengkap operasional, melainkan bagian dari komitmen membangun masa depan daerah yang berkelanjutan.
Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi, JOB Tomori terus meneguhkan perannya sebagai mitra pembangunan yang peduli terhadap tumbuh kembang anak serta kesejahteraan keluarga di Kabupaten Banggai.
“Kami ingin memastikan setiap anak di sekitar wilayah operasi punya kesempatan untuk tumbuh sehat, belajar, dan berdaya. Itulah cara kami berkontribusi untuk Indonesia yang lebih kuat,” tutup Adrian Agung. (Red)



