Jawab Tantangan Pemberdayaan, JOB Tomori Rutin Gelar Monev Tahunan - Utustoria Jawab Tantangan Pemberdayaan, JOB Tomori Rutin Gelar Monev Tahunan - Utustoria

Jawab Tantangan Pemberdayaan, JOB Tomori Rutin Gelar Monev Tahunan

183
Spread the love

Photo: Monev Tahunan JOB Tomori

Utustoria.com, Banggai – Tanggung jawab sosial perusahaan tentu saja adalah prioritas bagi sebuah daerah investasi. Memahami hal tersebut, maka JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) sebagai perusahaan hulu migas yang beroperasi di Kabupaten Banggai, dibawah pengawasan SKK Migas, setiap tahunnya menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) program pemberdayaan masyarakat dengan pemangku kepentingan (Stakeholder) dan masyarakat. Hal ini juga adalah upaya sebagai untuk menjaga komunikasi efektif dengan semua pihak terkait.

Kegiatan Monev tahun 2023 kali ini, digelar dalam tiga tahap, yaitu tahap pertama di wilayah Kecamatan Batui Selatan, bertempat di Pantai Wisata Desa Sinorang pada Sabu (9/12/2023), kemudian Monev tahap kedua dilaksanakan di Wisata Banyu Langit Desa Argomulyo, Kecamatan Moilong, lalu tahap terakhir akan dilaksanakan di Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, yang sekalipun saat ini kegiatan produksi minyak bumi di Tiaka Area masih dihentikan, namun tetap melakukan pembinaan terhadap kelompok pemberdayaan yang telah dilakukan pendampingan sebelumnya.

Tujuan dilaksanakan Monev ini ungkap Yudi Yanto, selaku Community Developmant (ComDev) Section Head JOB Tomori pada kegiatan Monev tahap I di Pantai Wisata Desa Sinorang, Sabtu (9/12/2023) kemarin, untuk mengevaluasi program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan perusahaan sebelumnya, kemudian membahas rencana program pemberdayaan tahun berikutnya.

“Monev ini juga menjadi sarana bersama kita untuk mendiskusikan terkait kendala yang dihadapi kelompok penerima manfaat, termasuk sebagai media bertukar pengalaman antara kelompok yang berhasil menghadapi tantangan sehingga dapat berkembang,” jelasnya.

Kegiatan monev tahap satu, diikuti 45 orang peserta yang terdiri dari Camat Batui Selatan, Faidil Akbar Dg. Pasau S.Tp, Kepala Desa dan BPD dari 10 desa di wilayah Kecamatan Batui Selatan, Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk, Sutrisno K. Djawa, serta kelompok binaan penerima manfaat, seperti BumDes, UMKM, Kelompok Herbal, Kelompok Pertanian Organik, Kelompok Nelayan, Rumah Pemberdayaan Ibu & Anak (RPIA).

Monev tahap dua di ikuti 42 peserta, terdiri dari Camat Moilong, Ihwan Ahmad, kepala desa dan BPD sekitar wilayah operasi, serta kelompok pemberdayaan penerima manfaat.

Camat Batui Selatan, Faidil Akbar, dikesempatan monev tahap pertama menyampaikan bahwa prestasi yang di raih Pemda, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Banggai yang berhasil menaikkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 menjadi 3,1 triliun rupiah, terdapat juga kontribusi JOB Tomori melalui pos pendapatan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas, sehingga keberlanjutan produksi migas merupakan kewajiban bersama semua pihak.

“Kami memberikan apresiasi kepada JOB Tomori, selain telah berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah, juga berupaya memberdayakan masyarakat dan melibatkan akademisi, sehingganya apabila terdapat kendala di lapangan, bukan program pemberdayaannya yang salah, namun komunikasi dan koordinasi kita yang perlu ditingkatkan, tidak berjalan sendiri-sendiri agar berjalan beriringan antara program pemerintah dengan program pemberdayaan perusahaan,” tegas Faidil.

Di kesempatan tersebut, pemerintah Desa dan BPD meminta agar kedepan JOB Tomori melibatkan sebagai pengawas langsung di setiap program pemberdayaan, demi menjamin keberlanjutan dari setiap usaha masyarakat, menuju kemandirian.

Sementara itu, Relation Security & Komdev Manager JOB Tomori, Visnu C. Bhawono, menekankan bahwa JOB Tomori tidak akan selamanya ada bersama-sama masyarakat dan posisi JOB Tomori hanya sebagai pendorong, jika kelompok yang berdayakan telah mandiri, maka akan dikembalikan ke pemerintah.

“Harapan besar JOB Tomori agar setiap program pemberdayaan yang dilaksanakan terus berkelanjutan dan kami menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pemerintah dan masyarakat sampai saat ini JOB Tomori dapat menjalankan amanah pemerintah melalui SKK Migas dalam memenuhi kebutuhan energi nasional, serta berkontribusi pada pembangunan negara dan daerah,” tegas Visnu yang dikonfirmasi terpisah.

Sebagai tambahn informasi bahwa, sejak tahun 2014, JOB Tomori telah berusaha membina 42 kelompok herbal dan UMKM, 10 kelompok pertanian sehat, 51 kelompok nelayan, 3 kelompok pemuda dan 1 kelompok Bank Sampah, tersebar di seluruh wilayah operasi. Berdasarkan hasil Monev tahun 2023, kelompok binaan yang masih tetap bertahan terdiri dari kelompok herbal dan UMKM 13 kelompok, kelompok pertanian sehat menjadi 8 kelompok, kelompok nelayan 4 kelompok, kelompok pemuda 2 kelompok, satu bank sampah masih bertahan hingga saat ini.

Selain itu, Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak (RPIA) yang mengalami penambahan dari 3 menjadi 4 RPIA. Termasuk pendampingan terhadap BumDes di wilayah Kecamatan Moilong dan Kecamatan Batui Selatan, serta pendampingan terhadap Komuniatas Adat Terpencil (KAT) Loinang, Dusun Tombiobong, Desa Maleo Jaya, Kecamatan Batui Selatan. (Red/Adv)