SMAN 1 Toili Gelar Diklat Jurnalistik, PWI Banggai Apresiasi Hadirnya Ekstrakurikuler Jurnalistik Pertama di Banggai | Utustoria SMAN 1 Toili Gelar Diklat Jurnalistik, PWI Banggai Apresiasi Hadirnya Ekstrakurikuler Jurnalistik Pertama di Banggai – Utustoria

SMAN 1 Toili Gelar Diklat Jurnalistik, PWI Banggai Apresiasi Hadirnya Ekstrakurikuler Jurnalistik Pertama di Banggai

72
Spread the love

photo:istimewa

Utustoria.com, Banggai — SMA Negeri 1 Toili menggelar Pendidikan Dasar (Diksar) Jurnalistik yang diikuti para siswa anggota Forum Pena SMAN 1 Toili, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal penguatan budaya literasi, keterampilan komunikasi, dan kemampuan berpikir kritis di kalangan pelajar.

Dalam kegiatan itu, Reza Fauzi hadir sebagai narasumber mewakili Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banggai. Pada sesi pelatihan, peserta mendapatkan pengenalan dasar-dasar jurnalistik, mulai dari teknik mencari informasi, wawancara, penulisan berita, hingga etika jurnalistik di era digital.

Kepala SMA Negeri 1 Toili, Sabarudin L. Agi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan ekstrakurikuler jurnalistik merupakan gagasan yang telah lama dirintis oleh pihak sekolah bersama Hermawati, guru sekaligus pembina ekstrakurikuler jurnalistik di sekolah tersebut.

Menurutnya, kehadiran wadah jurnalistik bagi siswa merupakan bagian dari upaya sekolah untuk memberikan ruang pengembangan minat dan bakat yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Program ini sudah cukup lama kami inisiasi bersama Ibu Hermawati. Kami melihat pentingnya memberikan ruang bagi siswa untuk belajar menulis, berpikir kritis, serta mampu menyampaikan informasi secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Banggai, Abdul Saleh, memberikan apresiasi tinggi kepada SMA Negeri 1 Toili atas inisiatif menghadirkan ekstrakurikuler jurnalistik bagi para pelajar.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai terobosan yang patut dicontoh oleh sekolah-sekolah lain di Kabupaten Banggai.

“Kami memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada SMA Negeri 1 Toili. Sepanjang yang kami ketahui, ini merupakan pertama kalinya ada sekolah di Kabupaten Banggai yang menjadikan jurnalistik sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler secara khusus. Ini langkah yang sangat positif dan visioner,” kata Abdul Saleh.

Menurutnya, kemampuan jurnalistik tidak hanya dibutuhkan bagi mereka yang bercita-cita menjadi wartawan, tetapi juga menjadi bekal penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran berita palsu di media sosial.

Ekstrakurikuler jurnalistik dinilai semakin relevan dengan arah perkembangan pendidikan saat ini. Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, siswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Seluruh aspek tersebut memiliki keterkaitan erat dengan praktik jurnalistik.

Melalui kegiatan jurnalistik, siswa belajar melakukan riset sederhana, memverifikasi informasi, menyusun data, menyampaikan gagasan secara sistematis, serta memahami pentingnya etika dalam menyebarkan informasi.

Di era digital yang ditandai dengan melimpahnya informasi dari berbagai platform media, kemampuan literasi media menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda. Karena itu, kehadiran ekstrakurikuler jurnalistik tidak hanya menjadi sarana pengembangan bakat menulis, tetapi juga wahana pembentukan karakter siswa yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menggunakan informasi.

Dengan terselenggaranya Diksar Jurnalistik tersebut, SMA Negeri 1 Toili berharap dapat melahirkan generasi pelajar yang tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga mampu menjadi penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.(red)


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *