Empat Pelajar Banggai Wakili Wilayah Operasi JOB Tomori di Program Kepemimpinan Nasional GFLN 2026 | Utustoria Empat Pelajar Banggai Wakili Wilayah Operasi JOB Tomori di Program Kepemimpinan Nasional GFLN 2026 – Utustoria

Empat Pelajar Banggai Wakili Wilayah Operasi JOB Tomori di Program Kepemimpinan Nasional GFLN 2026

93
Spread the love

Photo: Istimewa

Utustoria.com, Banggai – Empat pelajar asal Kabupaten Banggai mendapat kesempatan mengikuti program pengembangan kepemimpinan tingkat nasional, Global Future Leaders Network (GFLN) Batch 1 Tahun 2026, yang digagas SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya.

Mereka adalah Afgan Salim Dg. Pasau dan Novita Lambase dari SMK Negeri 1 Batui Selatan, serta Kerin Ayunda Putri dan Tri Haryanto Putra dari SMA Negeri 1 Moilong. Keempatnya menjadi perwakilan dari wilayah operasi JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) dalam program yang bertujuan membentuk generasi muda berwawasan global dan memiliki kapasitas kepemimpinan.

Kesempatan tersebut diraih melalui proses seleksi berbasis merit yang diselenggarakan Yayasan Bina Antarbudaya di berbagai wilayah operasi KKKS di Indonesia. Seleksi tidak hanya mempertimbangkan kemampuan akademik, tetapi juga aspek kepemimpinan, komunikasi, motivasi, kemampuan beradaptasi, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Dari ratusan pendaftar yang berasal dari berbagai daerah, empat pelajar Banggai itu berhasil masuk dalam kelompok 38 peserta terpilih yang mengikuti GFLN Batch 1 Tahun 2026. Sebelum mengikuti kegiatan tatap muka di Jakarta, seluruh peserta menjalani pembelajaran daring selama lima minggu yang membahas kompetensi global, pembelajaran lintas budaya, keberlanjutan, dan pengembangan karakter.

Pada 15–20 Juni 2026, para peserta mengikuti lokakarya secara langsung di Jakarta bersama pelajar dari 13 wilayah operasi KKKS di Indonesia. Program tersebut menjadi pengalaman berharga, terutama bagi peserta yang untuk pertama kalinya mengikuti kegiatan berskala nasional dan berinteraksi dengan rekan-rekan dari beragam latar belakang budaya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi mengenai Global Competence, Intercultural Learning, Sustainable Development Goals (SDGs), serta Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Selain itu, mereka terlibat dalam berbagai kegiatan kolaboratif yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, dan pemecahan masalah.

Salah satu agenda utama program adalah penyusunan capstone project yang mengangkat isu pembangunan berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, peserta dari berbagai daerah bekerja dalam kelompok untuk merancang gagasan inovatif dan mempresentasikannya di hadapan fasilitator dan peserta lainnya. Proses itu menjadi ruang pembelajaran tentang kolaborasi, penghargaan terhadap perbedaan, serta pentingnya membangun solusi secara bersama.

Bagi Afgan Salim Dg. Pasau, pengalaman mengikuti GFLN memberikan perspektif baru sekaligus memperkuat keyakinannya mengenai peran generasi muda dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

“Ini adalah sebuah perjalanan yang tidak hanya mengubah cara saya melihat dunia, tetapi juga cara saya melihat diri sendiri,” ungkap Afgan.

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar kesempatan untuk bertemu dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Lebih dari itu, GFLN menjadi ruang pembelajaran untuk beradaptasi, memahami keberagaman, serta membangun semangat kolaborasi di tengah berbagai perbedaan.

“Selama mengikuti program ini, saya belajar untuk keluar dari zona nyaman, mengasah keterampilan kepemimpinan, serta memperluas wawasan global tanpa melupakan akar budaya dan identitas sebagai anak daerah. Saya juga semakin memahami bahwa inovasi dan kemajuan harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan. Kita tidak hanya membutuhkan solusi yang cerdas, tetapi juga solusi yang bertanggung jawab terhadap masa depan lingkungan dan generasi berikutnya,” ujarnya.

Afgan menambahkan bahwa kesempatan mengikuti program tersebut merupakan pengalaman yang mungkin tidak akan pernah dilupakannya.

“Peluang luar biasa ini tentu tidak akan menjadi kenyataan tanpa dukungan dari berbagai pihak. Secara khusus, saya ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) yang telah memberikan dukungan sehingga saya dapat mengikuti program ini. Saya berharap pengalaman dan ilmu yang saya peroleh dapat saya bagikan kepada teman-teman di sekolah dan memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah saya,” tutup Afgan.

Hal serupa disampaikan Novita Lambase. Menurutnya, GFLN menjadi sarana untuk mengembangkan keberanian dan meningkatkan rasa percaya diri.

“Saya mengikuti program ini karena ingin menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri. Saya sadar bahwa untuk berkembang, saya harus berani keluar dari zona nyaman, bertemu orang-orang baru, dan mencoba hal-hal yang sebelumnya belum pernah saya lakukan,” kata Novita.

Ia menilai banyak pembelajaran diperoleh tidak hanya dari materi yang diberikan, tetapi juga dari interaksi dengan peserta lain yang berasal dari berbagai daerah.

“Saya mendapatkan banyak pelajaran tentang keberagaman, komunikasi, dan pentingnya bekerja sama. Sebelumnya saya sering merasa ragu untuk berbicara di depan banyak orang, tetapi program ini membantu saya membangun rasa percaya diri dan keberanian untuk menyampaikan pendapat. Saya ingin terus berkembang dan membawa dampak positif, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Kerin Ayunda Putri mengaku tertarik mengikuti program tersebut karena ingin mendapatkan pengalaman baru di luar lingkungan sekolah.

“Saya tertarik mengikuti program ini karena ingin keluar dari zona nyaman dan mendapatkan pengalaman yang berbeda dari yang biasa saya temui di sekolah. Saya ingin belajar dari mentor dan teman-teman yang berasal dari berbagai latar belakang serta memahami cara pandang yang berbeda dari yang selama ini saya kenal,” tutur Kerin.

Menurutnya, suasana kolaboratif yang dibangun selama kegiatan menjadi salah satu pengalaman paling berkesan.

“Saya percaya setiap orang memiliki pengalaman dan pemikiran yang unik. Melalui GFLN, saya belajar bahwa kolaborasi bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi juga tentang saling mendengarkan, menghargai perbedaan, dan mencari solusi terbaik secara bersama-sama. Pengalaman ini membuat saya lebih terbuka terhadap ide-ide baru dan semakin percaya diri untuk berkembang,” tambahnya.

Bagi Tri Haryanto Putra, program tersebut memberikan pemahaman lebih luas mengenai peran generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan global.

“Program ini mengajarkan saya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Saya belajar tentang kepemimpinan, keberlanjutan, dan bagaimana bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda untuk mencapai tujuan yang sama,” ungkap Tri.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Saya berharap apa yang saya pelajari selama mengikuti GFLN dapat menjadi bekal untuk terus berkembang dan suatu saat memberikan kontribusi nyata bagi daerah saya. Program ini membuat saya semakin yakin bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan masa depan yang lebih baik,” tutup Tri.

Pjs. Relations, Security, & Comdev Manager JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi, Andi Basuki, mengatakan bahwa GFLN merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di wilayah operasi.

“Kami percaya bahwa talenta-talenta muda di wilayah operasi memiliki potensi yang luar biasa. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan, akses, dan ruang untuk berkembang. Melalui Global Future Leaders Network, kami ingin membuka jendela yang lebih luas bagi generasi muda Banggai agar dapat belajar, berkolaborasi, dan membangun jejaring dengan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Andi.

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh peserta diharapkan tidak hanya berdampak pada pengembangan diri, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Kami berharap Afgan, Novita, Kerin, dan Tri dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman sebayanya untuk terus bermimpi besar dan berani mengambil peluang yang ada. Ketika mereka kembali ke Banggai dengan wawasan, pengalaman, dan kepercayaan diri yang lebih kuat, kami yakin mereka akan menjadi agen perubahan yang mampu berkontribusi bagi kemajuan Banggai dan Indonesia di masa depan,” tambahnya.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan di Jakarta, keempat pelajar tersebut kembali ke Banggai dengan membawa pengalaman baru, jejaring pertemanan yang lebih luas, serta wawasan yang semakin berkembang. Bekal tersebut diharapkan dapat mendukung mereka untuk terus belajar, tumbuh, dan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya.

Bagi Afgan, Novita, Kerin, dan Tri, perjalanan ke Jakarta mungkin telah berakhir. Namun pengalaman yang mereka peroleh melalui GFLN menjadi langkah awal untuk menapaki perjalanan yang lebih panjang sebagai generasi muda yang siap belajar, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi masa depan daerah maupun bangsa.***




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *