SMA Negeri Tolisu: Perjalanan Menuju Prestasi di Olimpiade Sains Nasional - Utustoria SMA Negeri Tolisu: Perjalanan Menuju Prestasi di Olimpiade Sains Nasional - Utustoria

SMA Negeri Tolisu: Perjalanan Menuju Prestasi di Olimpiade Sains Nasional

798
Spread the love

Photo: Kepala Sekolah SMA Negeri Tolisu, Bagus Alit Wisnawa, dan Ni Putu Vina Ariyanti, Siswa Peserta Olimpiade Nasional

Utustoria.com, Banggai – Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Indonesia dimulai pada tahun 2002, bertepatan dengan penyelenggaraan International Physics Olympiad pertama kalinya di Indonesia. OSN pertama kali diselenggarakan di Yogyakarta, dan pada tahun 2003 di Balikpapan dengan peraturan dan prosedur yang diperbarui.

OSN adalah kompetisi tahunan paling bergengsi di bidang sains dalam dunia pendidikan Indonesia, mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA/sederajat, baik negeri maupun swasta. Kompetisi ini dilakukan secara berjenjang, mulai dari seleksi tingkat sekolah, kabupaten (OSN-K), provinsi (OSN-P), hingga tingkat nasional (OSN).

Untuk jenjang SMA/sederajat, terdapat 9 mata pelajaran yang dilombakan. Awalnya, bidang yang dilombakan meliputi Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Astronomi, Informatika, dan Ekonomi. Mata pelajaran Kebumian dan Geografi ditambahkan masing-masing pada tahun 2008 dan 2013.

Prestasi SMA Negeri Tolisu dalam OSN

SMA Negeri Tolisu, yang berdiri pada tahun 2018, mulai berpartisipasi dalam OSN pada tahun 2019. Dalam enam tahun, sekolah ini konsisten berkompetisi. Pada tahun 2019, dua siswa SMA Negeri Tolisu berhasil lolos ke tingkat provinsi (OSN-P) setelah memenangkan kompetisi di tingkat kabupaten.

Berikut data siswa SMA Negeri Tolisu yang lolos OSN tingkat provinsi dari tahun ke tahun:

  • 2019: 2 siswa
  • 2020: 2 siswa
  • 2021: 3 siswa
  • 2022: 4 siswa
  • 2023: 4 siswa
  • 2024: 6 siswa

Menurut Kepala Sekolah SMA Negeri Tolisu, Alit, sekolah ini memiliki tradisi kompetitif yang baik, mampu bersaing dengan sekolah-sekolah besar di Kabupaten Banggai. Beberapa sekolah di kabupaten ini belum pernah meloloskan siswanya ke tingkat provinsi (OSN-P), sementara SMA Negeri Tolisu selalu berhasil.

Selama lima tahun berturut-turut, siswa SMA Negeri Tolisu mampu menembus tingkat provinsi di beberapa mata pelajaran, meskipun belum berhasil mencapai tingkat nasional. Namun, kegagalan ini tidak mematahkan semangat sekolah, justru menjadi motivasi untuk terus berusaha.

Capaian Tahun 2024

Pada tahun 2024, enam siswa SMA Negeri Tolisu memenangkan OSN-K dan berhak berkompetisi di tingkat provinsi (OSN-P) pada tanggal 7 – 8 Mei 2024. Berkat doa dan dukungan dari semua pihak, tahun ini satu siswa berhasil lolos ke tingkat nasional. Berdasarkan surat Keputusan Plt. Kepala Balai Pengembangan Talenta Indonesia Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 0928/J7.1/PN.00/2024, Ni Putu Vina Ariyanti, anak dari pasangan I. Made Suteja dan Ni Wayan Puspawini dari Desa Sindang Baru, Kecamatan Toili Jaya, lolos ke tingkat nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus sampai 1 September 2024.

Selain Vina, pada tahun 2023, siswa SMA Negeri Tolisu, Ghofar Imam Safi’i, juga berhasil lolos ke tingkat nasional untuk mengikuti Jambore Nasional di Cibubur setelah melewati seleksi ketat yang diadakan oleh Kwarcab Banggai.

Kepala Sekolah SMA Negeri Tolisu, Bagus Alit Wisnawa, S.Sos., M.A.P., mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf Dewan Guru, TU, Tim OSN, terutama Guru Pembimbing Mapel Geografi, I. Made Dwi Setya Gunawan, S.Pd.Gr., yang juga Wakasek Kurikulum atas kerja kerasnya dalam memberikan bimbingan, serta semua pihak yang terus mendukung SMA Negeri Tolisu untuk terus maju.

Dengan capaian ini, kami tidak berpuas diri, melainkan terus bekerja keras memberikan bimbingan kepada Vina agar dapat mempersiapkan diri dengan baik. Alit juga memohon doa restu dari semua pihak agar Vina bisa memberikan hasil terbaik dan menciptakan sejarah bahwa sekolah kecil di pelosok desa dengan akreditasi B dan hanya 140 siswa, sebagian besar guru telah lulus PPPK, mampu berprestasi di tingkat nasional.

Capaian ini diharap dapat memotivasi sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan prestasi siswa sehingga kualitas pendidikan di Indonesia semakin membaik. “Karena ke depannya bukan sekolah besar yang mengalahkan sekolah kecil, tapi sekolah yang cepat yang akan mengalahkan sekolah yang lambat,” pungkasnya. (baw)