Budidaya Maggot Di Toili, Manfaat dan Upaya Transformasi Kesadaran Terhadap Sampah - Utustoria Budidaya Maggot Di Toili, Manfaat dan Upaya Transformasi Kesadaran Terhadap Sampah - Utustoria

Budidaya Maggot Di Toili, Manfaat dan Upaya Transformasi Kesadaran Terhadap Sampah

1235
Spread the love

Photo: Kemasan Maggot untuk Pakan

Maggot dibekali nutrisi yang amat baik. Kandungan asam amino dan proteinnya adalah sumber nutrisi dan zat yang dibutuhkan oleh setiap hewan ternak untuk tumbuh sehat dan kuat.

Utustoria.com, Banggai – Maggot atau dalam penyebutan asingnya Black Soldier Fly (BSF) merupakan larva dari jenis lalat tentara hitam. Bentuk siklus pertamanya (larva) melalui proses metamorfosis menjadi lalat dewasa. Hewan ini mampu mengolah berbagai jenis limbah organik dengan cepat, tidak menyebarkan penyakit, ramah terhadap manusia, tidak menggigit sehingga sangat bermanfaat dan aman untuk dibudidayakan.

Agung Dwi Pratama, Warga Toili, Kabupaten Banggai sudah sejak 2018 memulai sebuah inovasi usaha ramah lingkungan ini. Kesadarannya pada situasi daerah yang terbilang darurat sampah dan juga terhadap wacana keberlanjutan yang sedang masif, dirinya memperkenalkan Budidaya Maggot sebagai solusi alternatif.

Bukan hal yang mudah, Budidaya maggot yang terbilang masih sangat awam dan kurang populer di Masyarakat, menjadi tantangan tersendiri bagi Agung untuk bisa menemukan nilai ekonomi dari budidaya tersebut. Keterbatasan alat dan juga kurangnya informasi yang diterima masyarakat atas beragamnya manfaat dan kegunaan maggot, dirinya merintis dengan mulai mengolah sampah rumah tangga kategori basah yang ada dilingkungan terdekatnya.

Di Tahun 2021, dirinya dan beberapa teman yang punya kesadaran atas sampah di daerah tempat mereka tinggal akhirnya membentuk kelompok budidaya maggot yang diberi nama Black Soldier Fly Gen Toili (BSF Gen Toili).

Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, yang beralamat di Desa Sentral Timur, mereka kemudian mulai memproduksi Maggot dalam jumlah yang mulai terbilang banyak. Dalam 1 bulan, mereka bisa menghasilkan 1 ton maggot dari sampah rumah tangga warga dan juga dari beberapa rumah usaha yang terbilang banyak memproduksi sampah sisa – sisa makanan.

Maggot yang diproduksi di edar bebas dengan harga yang relatif murah, hal itu dilakukan agar Masyarakat dapat menjangkau dengan mudah dan menjadikan maggot sebagai pilihan untuk konsumsi hewan ternak.

Maggot dibekali nutrisi yang amat baik. Kandungan asam amino dan proteinnya adalah sumber nutrisi dan zat yang dibutuhkan oleh setiap hewan ternak untuk tumbuh sehat dan kuat. Nutrisi tersebut sangat baik untuk pakan ayam, ikan, dan juga peliharaan rumah lainnya seperti burung kicau, iguana, sugarglider, dan sebagainya.

Sejauh ini, Agung mengakui bahwa kendala mereka masih terletak pada kurangnya perhatian dan dukungan pemerintah setempat atas pentingnya mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai manfaat, sehingga mereka pun kesulitan untuk dapat mengumpulkan sampah rumah tangga yang ada di Masyarakat.

Mulai dari kendaraan pengumpul sampah dan juga mesin penggiling sampah saat ini menjadi kebutuhan yang perlu untuk diadakan sebagai kelengkapan alat produksi mereka. Sehingga BSF Gen Toili berharap hal ini bisa turut diperhatikan oleh pemerintah sebagai bentuk dukungan atas pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. (Red)