Proklim, Respon JOB Tomori Terhadap Perubahan Iklim - Utustoria Proklim, Respon JOB Tomori Terhadap Perubahan Iklim - Utustoria

Proklim, Respon JOB Tomori Terhadap Perubahan Iklim

178
Spread the love

Photo: JOB Tomori-DLH Banggai-Unismuh Luwuk

JOB Tomori Libatkan 17 Desa Sekitar Area Operasi Dalam ProKlim

Utustoria.com, Banggai – Merespon wacana dunia terhadap perubahan iklim, JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) yang merupakan perusahaan hulu minyak dan gas bumi yang mendapat amanah dari pemerintah melakukan operasi produksi gas bumi di Blok Senoro-Toili, Kecamatan Batui Selatan dan Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, dibawah pengawasan SKK Migas, ikut terlibat dengan menjalankan Program Kampung Iklim (ProKlim).

Perubahan iklim merupakan isu global yang mewajibkan seluruh Negara di Dunia untuk sadar dan peduli terhadap lingkungan, sehingga dalam penanganan permasalahan tersebut, dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah hingga Masyarakat.

ProKlim yang dijalankan JOB Tomori selama tahun 2023, melibatkan 7 desa di sekitar area operasi, yaitu di Kecamatan Batui Selatan dan Moilong, terdiri dari Desa Sinorang, Desa Paisubololi, Desa Mulyoharjo, Desa Slametharjo, Desa Sumberharjo, Desa Karanganyar dan Desa Argomulyo. Kemudian saat ini, JOB Tomori kembali menambah keterlibatan 10 desa lagi, yang masih berada di sekitar area operasi, yaitu Desa Masing, Desa Bonebalantak, Desa Gori-gori, Desa Maleo Jaya, Desa Sidoarjo, Desa Moilong, Desa Cendanapura, Desa Bumiharjo, Desa Saluan dan Desa Toili.

ProKlim ini jelas Meity Manuas, mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab Banggai pada kegiatan Bimbingan Teknis II yang dilaksanakan JOB Tomori pada (28-30/11/2023) di Luwuk, merupakan program berlingkup nasional yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan, untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, serta penurunan emisi gas rumah kaca.

“Kami sangat berterimakasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada JOB Tomori yang selama ini telah memberikan dukungan dalam program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada penanganan iklim melalui program Proklim, bekerjasama dengan DLH Banggai dan pihak Unismuh Luwuk. Program ini sangat bermanfaat sehingga diharapkan kesungguhan masyarakat dari 17 desa untuk bersama-sama pemerintah menjalankan ProKlim,” ujarnya.

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan (BPPIKHL) Sulawesi Tengah, Benny, juga memberikan apresiasi atas komitmen JOB Tomori dalam program pemberdayaan yang berorientasi pada perbaikan lingkungan, serta memfasilitasi kegiatan Bimtek II dengan menghadirkan perwakilan 17 desa, dimana setiap desa di ikuti 3 peserta.

“Bimtek ini merupakan sarana kita belajar bersama, membahas upaya bersama dalam menyelematkan lingkungan kita yang akan di wariskan kepada generasi yang akan datang,” pesan Beny.

Rektor Unismuh Luwuk, Sutrisno K. Djawa yang turut hadir di kegiatan tersebut, juga memberikan dukungan serta menyampaikan komitmen mereka sebagai perguruan tinggi untuk turut serta mensukseskan Proklim, bahkan kedepan Unismuh Luwuk berencana melibatkan mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 17 desa yang menjalankan ProKlim tersebut.

Sementara itu, Relation Security & ComDev Manager JOB Tomori, Visnu C. Bhawono, secara terpisah menekankan bahwa JOB Tomori sangat komitmen terhadap isu lingkungan, sehingga meletakan ProKlim sebagai program unggulan di bidang lingkungan yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial (TJS) perusahaan.

“Terimakasih kepada Pemda Banggai, DLH Banggai, BPPI Sulteng, Unismuh Luwuk Camat Batui Selatan, Camat Moilong, kepala desa dan seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan program ProKlim, semoga melalui program ini memberikan manfaat pada penanggulangan perubahan iklim dunia, serta dalam jangka panjang, kita dapat mewariskan lingkungan yang baik untuk generasi mendatang,” ungkap Visnu.

Usai pemberian materi pada kegiatan Bimtek II selama dua hari, maka pada hari ketiga dilakukan peninjauan lapangan, guna melihat secara langsung upaya yang telah dilakukan selama ini untuk penanggulangan perubahan iklim. (Red/Adv)