Ranting-Ranting dan Secarik Kabar - Utustoria Ranting-Ranting dan Secarik Kabar - Utustoria

Ranting-Ranting dan Secarik Kabar

618
Spread the love

Photo: Ilustrasi (Abdy Gunawan)

Ranting-Ranting dan Secarik Kabar 

Karya : Abdy Gunawan


Merpati kecil di ranting pohon,
sering sudah kunasihati,
apakah keindahanmu tak dibekali logika?
surat dengan amplop putih berapa kali hinggap di jendela,
tapi tak satupun terjamah tangan dan matanya yang sayu,
mengapa makhluk tuhan yang mungil ini tak sadar juga akan arti penolakan? 

Kau harusnya tetap di ranting itu,
daripada harus selalu menyeberangi lautan,
mengetuk jendelanya dengan paruh,
berharap kau yang pertama disapa sebelum ia bertemu fajar. 

Kepakan sayapmu sia-sia belaka,
mending bersamaku memandang laut yang menderu,
berbicara pada ombak tentang sepi dan luka. 

Tenang saja,
penaku bukannya berhenti menari,
hanya saja ia tidak butuh kau dan secarik kertas lagi,
karena yang ditujupun tak mengenali si penulis surat. 

Kata-kataku biarkan saja tenggelam di dasar laut,
tidak usah pusing jika tidak tiba padanya,
hanya menjadi bisikan rindu yang dipeluk ombak. 

Tapi kebiasaan lama enggan usai,
selalu menunggu di bawah pohon tempat aku denganmu mengatur rencana,
apa yang akan dikatakan padanya hari ini?
atau sebatas salam yang lebih dulu menyambutnya sebelum pagi tiba. 

Terbanglah sekali lagi wahai merpati,
tapi kali ini tanpa surat,
pastikan saja ia bahagia,
dengan tawa manis dibingkai rambut yang dulu masih sebahu. 

Lalu tetaplah hinggap di ranting pohon itu,
jangan kemana-kemana,
tidak akan ada lagi penerima surat seindah dia,
puisi cintaku berakhir padanya.


Siuna, 30 Oktober 2023