Anggota KPU Banggai Tanyakan Indikator, Ketua Panwaslu Angkat Bicara - Utustoria Anggota KPU Banggai Tanyakan Indikator, Ketua Panwaslu Angkat Bicara - Utustoria

Anggota KPU Banggai Tanyakan Indikator, Ketua Panwaslu Angkat Bicara

518
Spread the love

Photo: La Muhaidir Tomia

Utustoria.com, Banggai – Kita ketahui bersama bahwa Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu) telah merilis Indeks Kerawanan Pemilu (IKP)di Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (13/8/2023), tidak tanggung- tanggung dokumen resmi ini menempatkan Kabupaten Banggai menjadi urutan dua nasional terkait kerewanan politik uang. Banggai hanya kalah satu tingkat dari kabupaten jaya Wijaya di Papua.

Namun data resmi ini dipertanyakan indikator nya oleh Mahmud salah seorang anggota KPU kabupaten Banggai. Pernyataan itu dia lontarkan pada sesi tanya jawab di acara rapat koordinasi terkait kampanye dan dana kampanye yang dihelat KPU Banggai pada Minggu (8/10/2023). Dalam rapat itu Mahmud mengatakan dibeberapa kesempatan di Jakarta telah mempertanyakan indikator yang dipakai Bawaslu dalam dokumen IKP tersebut.

Menanggapi pertanyaan itu ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Luwuk La Muhaidir Tomia pada Selasa (10/10/2023) anggkat bicara. Menurutnya apa yang dikatakan oleh Mahmud adalah kekacauan berpikir dan terkesan meragukan kemampuan Bawaslu Republik Indonesia dalam mengelola data.

” Aneh bagi saya kalau seorang anggota KPU kabupaten Banggai mempertanyakan indikator seolah olah lembaga sebesar Bawaslu tidak paham indikator dalam pengelolaan data secara ilmiah sementara dia sendiri tidak melakukan tindakan ilmiah berupa pengelolaan data” ucap mantan aktivis mahasiswa yang biasa di sapa Xanana ini.

Menurut Xanana ucapan Mahmud adalah asumsi karena tidak satupun data yang diberikan.

“Seharusnya data dibalas data, penelitian dibalas penelitian bukan dengan asumsi ” usulnya.

Lebih lanjut Xanana mengatakan bahwa Dokumen IKP ditandatangani langsung oleh ketua Bawaslu RI dan tentunya sudah diplenokan oleh seluruh anggota Bawaslu RI sebelum dirilis. Kalau saudara Mahmud mempertanyakan indikator yang di pakai Bawaslu itu sama dengan meragukan kemampuan ketua dan Anggota Bawaslu RI.

“Apa yang diucapkan oleh pak Mahmud bagi saya adalah pernyataan yang meragukan kemampuan ketua dan anggota Bawaslu RI” tegasnya.

Akhir ucapannya Xanana berharap agar ada gerakan bersama di kabupaten Banggai untuk melawan politik uang agar pada pemilu 2024 nanti kita melaksanakan pemilu yang lebih baik dari sebelumnya. (Red)