Aliansi Mahasiswa Banggai Lapor Kadis Pendidikan di Kejaksaan dan Kepolisian - Utustoria Aliansi Mahasiswa Banggai Lapor Kadis Pendidikan di Kejaksaan dan Kepolisian - Utustoria

Aliansi Mahasiswa Banggai Lapor Kadis Pendidikan di Kejaksaan dan Kepolisian

639
Spread the love

Photo: Demonstrasi Mahasiswa di depan Polres Banggai (Sumber: Sugianto)

"Bukti buktinya ada, kami miliki bukti pesan whatsapp yang di duga kadis pendidikan dari saksi yang kami temui di lapangan, sehingga sudah cukup untuk di usut dan di adili"

Utustoria.com, Banggai – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kabupaten Banggai diantaranya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasj (LMND), KAMIMO Banggai dan Himpunan Mahasiswa Balantak (HAMBA) Lakukan Aksi Demonstrasi di Depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banggai, Inspektorat, Kantor Bupati Banggai dan berakhir di Polres Banggai pada Rabu, 21/06/2023 siang tadi.

Adapun tuntutan pada aksi tersebut adalah kembali menuntut kepada pihak berwajib untuk mengusut dugaan Korupsi, dugaan penyalahgunaan wewenang dan dugaan pemalsuan tanda tangan Bupati Banggai oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Banggai dalam SK mutasi kepala sekolah SMPN 1 Bunta.

Beberapa mahasiswa menyampaikan orasinya yang menyebut bahwa aksi tersebut adalah aksi mewakili aspirasi dari guru-guru di Kab. Banggai yang hari ini hanya bisa diam, “kami mewakili para guru-guru sekolah, kepala-kepala sekolah yang hari ini hanya bisa diam, tidak bisa bersuara karna takut di mutasi” Pungkas orator aksi tersebut.

Aksi tersebut menurut para orator yang menyampaikan orasinya adalah bukti bahwa yang di katakan media sebelum ini kalau kadis pendidikan kebal hukum dan tak tersentuh hukum, “hari ini membawa bukti dan siap menghadirkan saksi jika dibutuhkan, bahwa apa yang kami duga itu by data dari sumber yang valid. Untuk itu dengan bukti yang kami miliki sudah cukup untuk jaksa, kepolisian serta Inspektorat Banggai untuk segera memeriksa yang bersangkutan” Terangnya.

Adapun isi dari tuntutan aksi tersebut adalah untuk mengusut tuntas dugaan Korupsi Dana Bos dengan menyalahgunakan wewenang untuk mengintervensi kepala sekolah untuk menggandakan soal ujian pada salah satu percetakan di kota luwuk tanpa dasar hukum jelas, kemudian dugaan pemalsuan tanda tangan Bupati Banggai untuk memutasi kepala sekolah SMPN 1 Bunta dan dugaan penyalahgunaan wewenang memerintahkan dengan paksaan terhadap kepala sekolah untuk membuat baliho berlogo pemerintah daerah sebagai upaya kampanye terselubung istri kepala dinas yang diketahui adalah Bakal Calon Anggota Legislatif.

“Bukti buktinya ada, kami miliki bukti pesan whatsapp yang di duga kadis pendidikan dari saksi yang kami temui di lapangan, sehingga sudah cukup untuk di usut dan di adili” Pungkasnya. (Red)