Tiga Kali Kadis Pendidikan Banggai Tidak Dapat Ditemui, Mahasiswa Justru Kena Bogem Satpol-PP - Utustoria Tiga Kali Kadis Pendidikan Banggai Tidak Dapat Ditemui, Mahasiswa Justru Kena Bogem Satpol-PP - Utustoria

Tiga Kali Kadis Pendidikan Banggai Tidak Dapat Ditemui, Mahasiswa Justru Kena Bogem Satpol-PP

678
Spread the love

Photo: Tangkapan Layar Video Bentrok Mahasiswa Vs Satpol PP di Depan Kantor Dinas Pendidikan Banggai

Utustoria.com, Banggai – Setelah dua kali melakukan Aksi di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mei Melawan kembali menggelar aksi pada Selasa 16 Mei 2023, siang tadi.

Meskipun telah tiga kali melakukan aksi, mahasiswa tetap tidak dapat bertemu dan menyampaikan aspirasi mereka secara langsung pada kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo.

Naasnya, berharap aspirasi mereka didengarkan oleh pucuk pimpinan Dinas Pendidikan tersebut, mahasiswa justru bentrok dengan petugas Satpol PP bahkan Mahasiswa yang merupakan Ketua BEM Fisip Untika,Dandi Abidina, mengaku terkena bogem dari petugas Satpol PP.

Dikabarkan jika sebelumnya Kadis Pendidikan sedang berada di Amerika, kali ini kadis pendidikan sedang ada agenda diluar daerah, sehingga Mahasiswa masih tidak dapat lagi bertemu dengan Kadis.

Terekam dalam sebuah Video amatir, bahwa mahasiswa berusaha masuk kedalam kantor Dinas Pendidikan Banggai, namun dari pihak Satpol PP menghalangi mereka bahkan dengan arogan mendorong dan melayangkan pukulan ke arah Mahasiswa.

Menurut pengakuan Dandi Abidina, selaku ketua BEM FISIP Untika, sebelumnya mereka sudah diberi izin untuk masuk oleh komandan Pleton (Danton) Satpol pp dengan syarat menanggalkan megaphone mahasiswa, namun setelah masuk pintu kantor Dinas Pendidikan, Danton Satpol PP justru melayangkan tendangan ke arah mahasiswa, hal itu kemudian yang diduga menjadi pemicu bentrokan Mahasiswa dengan Satpol PP.

Aksi ini merupakan tindak lanjut dari aksi yang digelar sejak awal bulan mei lalu terkait kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai yang dianggap tidak becus dalam menentukan kebijakan serta pengelolaan anggaran pendidikan yang dianggap tidak tepat sasaran. (Red)