Listrik Padam, Warga Emosi, Kepala PLN Toili Diam Tak Menjawab! - Utustoria Listrik Padam, Warga Emosi, Kepala PLN Toili Diam Tak Menjawab! - Utustoria

Listrik Padam, Warga Emosi, Kepala PLN Toili Diam Tak Menjawab!

549
Spread the love

Photo: Tangkapan Layar Facebook, Akun Yeni Lie

Utustoria.com, Banggai – Seringnya terjadi pemadaman di wilayah Kabupaten Banggai membuat warga kesal. Apalagi hal tersebut kerap terjadi pada saat jam – jam kritis menjelang berbuka puasa dan sahur. Peristiwa ini berulang kali terjadi secara bergiliran di Kabupaten Banggai sejak 23 Mei hari pertama bulan Ramadan hingga hari ini 4 April.

Sebagian warga meluapkan emosinya melalui media sosial, berbagai macam kalimat umpatan berseliweran di beranda facebook netizen yang terpantau beralamat di Kabupaten Banggai.

“Cuma di Kabupaten Banggai, yang tiap sahur deng buka puasa mati lampu!” Tulis Akun bernama Yeni Lie.

“Mana Fisi Misi Bupati Banggi 2021 so tidak mati lampu?. Jangan bikin fisi misi klu cuman hox.” Tulis Akun bernama Mali Sapaat.

Sejauh ini juga belum ada pernyataan resmi dari kepala daerah Bupati Banggai yang terkonfirmasi oleh media terkait peristiwa sering padamnya listrik di bulan Puasa yang kerap menjadi keluhan warga.

Tidak hanya di media sosial, salah satu pedagang makanan di kecamatan Toili, bernama Yuli mengakui bahwa dengan seringnya listrik padam di daerah mereka itu ia terpaksa harus rela ketika pendapatannya berkurang. Selain karena bahan makanan yang cenderung akan busuk jika listrik terus padam, minat pembeli juga kurang jika penerangan di malam hari tidak ada.

“Kalau listrik mati terus, bahan makanan biasanya busuk. Apalagi kalau jualan malam terus gelap – gelap, yang beli malah tidak ada.” Ujar Yuli pada awak media.

Sementara itu, Kepala PLN ULP Toili, Jilly Lumi ketika ditanya wartawan terkait solusi, permasalahan dan keluhan warga tersebut, dirinya tidak memberi komentar apa – apa. Berulang kali awak media coba menghubungi via telp dan whatsapp, dirinya tidak bergening memberi komentar. Pesan yang dikirim hanya dibaca saja. (Red)