Konsisten Terhadap Pelestarian, ESSA PT. PAU Lepasliarkan Maleo di SM Bangkiriang - Utustoria Konsisten Terhadap Pelestarian, ESSA PT. PAU Lepasliarkan Maleo di SM Bangkiriang - Utustoria

Konsisten Terhadap Pelestarian, ESSA PT. PAU Lepasliarkan Maleo di SM Bangkiriang

212
Spread the love

Photo: Pelepas liaran maleo dilakukan Bapak Chander Vinod Laroya selaku Presiden Direktur & CEO PT. PAU

Utustoria.com, Banggai – Konsisten ESSA PT Panca Amara Utama (PAU) terhadap pelestarian burung yang terancam punah dan merupakan satwa endemik Sulawesi, Burung Maleo (Macrocephalon) terus di gaungkan.

Hal ini diperlihatkan saat melepaskan 25 anakan burung hasil tetasan inkubator. Di kawasan Suaka Margasatwa (SM), Bakiriang, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulteng. Minggu 26 Maret 2023.

Sejak pendirian pusat konservasi penangkaran tahun 2016, dari penetasan, pembesaran, reproduksi sampai pelepasan, ESSA PT. PAU berkerja sama dengan Prof. Mobius Tanari sebagai Tenaga Ahli Maleo. Tercatat 307 ekor burung Maleo berhasil di lepasliarkan di kawasan Suaka Margasatwa yang mencakup Kecamatan Batui Selatan dan Kecamatan Moilong.

“Hari ini juga kami perdana melepas liar burung maleo dengan menggunakan cincin sebagai tanda pelepasliaran dari PT.PAU di tahun 2023 yang bertujuan untuk bahan evaluasi dan monitoring apakah maleo ini dapat hidup di habitat aslinya, dan lebih jauh lagi dengan menggunakan cincin kita dapat mengetahui maleo yang di lepas liar ini bisa berproduksi atau tidak” Ujar Mobius.

Lebih lanjut kata Mobius “Dengan di pasangkan cincin kita dapat mengetahui penyebaran maleo, di sekitar Bakiriang sampai keluar Bakiriang, jika nanti kita ketemu maleo di luar hutan ini menggunakan cincin, bisa di pastikan maleo tersebut adalah hasil pelepasan dari PT.PAU” Katanya.

Pada kesempatan yang sama Hermawan Adi Manager ER & Security menyampaikan pelepasan maleo ini merupakan bagian dari kepedulian dan kontribusi perusahaan terhadap lingkungan dan hewan endemik yang di lindungi, yang juga memiliki arti khusus terhadap masyarakat adat setempat sebagai lambang dari kearifan lokal.

“Semoga ke depan kontribusi ini tidak hanya di lingkup konservasi maleo tetapi lebih luas lagi terhadap keanekaragaman hayati” Ungkap Hermawan Adi.

Adi juga mengucapakan terima kasih untuk semua pihak atas dukungannya terhadap pelepasan burung maleo tersebut “Semoga dengan upaya konservasi ini, populasi burung Maleo dapat terus bertambah dan tidak punah.” Tutup Hermawan

Pelepas liaran maleo kali ini dilakukan bersamaan dengan HUT ke-75 Bapak Chander Vinod Laroya selaku Presiden Direktur & CEO PT. PAU. (Red)