Wujudkan Mimpi Kuliah Melalui Program Merdeka Belajar - Utustoria Wujudkan Mimpi Kuliah Melalui Program Merdeka Belajar - Utustoria

Wujudkan Mimpi Kuliah Melalui Program Merdeka Belajar

486
Spread the love

Photo: I Ketut Kertayasa

Penulis: I Ketut Kertayasa (Mahasiswa S3 Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia, Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Tahun 2022)

Utustoria.com – Pada Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi  (Kemendikbudristek) Tahun 2020-2024 dituangkan salah satu kebijakan yaitu tentang Merdeka Belajar. Kebijakan ini dijadikan pedoman bagi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dalam menata dan memaksimalkan bonus demografi  demi tercapainya bangsa maju yang berkeadilan sosial, seperti yang dicita-citakan oleh para Pendiri Bangsa. Hingga saat ini Program Merdeka Belajar yang telah diluncurkan ada sebanyak 22 episode.

Episode yang berkaitan dengan bantuan biaya pendidikan untuk kuliah yaitu episode 9 tentang Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka dan Episode 10 tentang Perluasan Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Pada episode KIP Kuliah Merdeka, disampaikan bahwa tujuan dilaksanakan program ini yaitu 1) memberikan kemerdekaan bagi murid dari keluarga miskin dan rentan agar dapat berkuliah pada program studi unggulan di perguruan tinggi terbaik, 2) menaikan  alokasi biaya pendidikan yang dibayarkan pada perguruan tinggi, dan 3) meningkatkan batuan biaya hidup untuk mendorong mobilitas sosial. 

Tentunya KIP Kuliah Merdeka memiliki beberapa kelebihan dari KIP pada tahun-tahun sebelumnya, selain nilai dari biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dinaikan disesuaikan dengan akreditasi Program Studi, nilai dari biaya hidup bulanan juga mengalami peningkatan disesuaikan dengan daerah atau kampus tujuan kuliah. KIP tentunya adalah jawaban sekaligus harapan bagi siswa yang belum beruntung dari segi ekonomi untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi. Umumnya siswa yang mendapat KIP kuliah adalah siswa yang memiliki kartu KIP di tingkat SMA/Sederajat.

Pemberian KIP kuliah tidak hanya untuk siswa yang mendaftar di kampus negeri namun juga diberikan kepada siswa yang mendaftar di kampus swasta. Tentunya masih ada pertanyaan lanjutan jika siswa kurang mampu dan berprestasi memiliki kesempatan mendapatkan beasiswa KIP kuliah, bagaimana dengan siswa yang berprestasi tapi orang tuanya memiliki ekonomi menengah ke atas, apakah pemerintah memberikan penghargaan kepada siswa tersebut? Tentu jawabannya “Iya.”

Melalui Episode 10 tentang Perluasan Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Pada episode ini,  banyak program beasiswa yang dihasilkan dari kerjasama antara LPDP dan Kemendikbudristek di antaranya beasiswa kampus merdeka, beasiswa bagi dosen, guru, dan tenaga kependidikan, beasiswa program vokasi dan program prestasi, dan beasiswa kebudayaan. Bagi siswa yang berprestasi di tingkat SMA/Sederajat untuk kuliah dapat mengikuti program beasiswa prestasi atau yang lebih dikenal dengan Beasiswa Indonesia Maju (BIM).Beasiswa Indonesia Maju (BIM) adalah program beasiswa yang diberikan kepada peserta didik/lulusan yang berprestasi pada bidang akademik dan non-akademik.

BIM terdiri dari program beasiswa bergelar (degree) dan beasiswa non gelar (non degree). Program beasiswa bergelar jenjang S1 dan S2 dilaksanakan oleh Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), sedangkan program beasiswa non gelar, yaitu Program Persiapan S1 Luar Negeri, dilaksanakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Bagi siswa berprestasi dan memenuhi syarat dapat mendaftarkan dirinya pada link: https://bim-pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id/.

Jadi dengan BIM siswa berprestasi dapat kuliah di dalam bahkan luar negeri dengan tanggungan negara. Apabila dosen mendapatkan beasiswa LPDP sudah umum di dengar, mulai tahun 2021 melalui perluasan beasiswa LPDP, tidak hanya  dosen namun calon guru, guru, tenaga pendidikan, dan pelaku budaya juga memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi (S1/S2/S3). Perluasan beasiswa kerjasama LPDP dan kemendikbud bernama Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).

BPI untuk calon guru dikhususkan untuk calon guru SMK, hal ini untuk mendukung program Merdeka Belajar episode ke delapan yaitu SMK sebagai pusat keunggulan.  BPI menanggung pembiayaan penerima beasiswa mulai dari biaya pendaftaran masuk Perguruan Tinggi, UKT, biaya hidup, biaya perjalan pergi-pulang (satu kali), biaya publikasi, biaya penelitian, tunjungan keluarga (khusus jenjang S3), biaya jaminan kesehatan, dan biaya  darurat.

Tentunya besaran dari beberapa biaya ada yang berbeda tergantung universitas tujuan. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang program BPI dan universitas penyelenggara dapat mengunjungi link: https://beasiswa.kemdikbud.go.id/.

Melalui program Merdeka Belajar ini, begitu banyak jalan atau cara yang ditawarkan oleh pemerintah  dalam hal untuk mewujudkan generasi penerus atau masyarakatnya kuliah secara “gratis”. Tentunya pemerintah menyadari bahwa untuk mempersiapkan SDM unggul, jalur pendidikan tinggi merupakan jalan terbaik untuk mewujudkannya. Setiap tahunnya kesempatan untuk mendapatkan beasiswa selalu terbuka lebar, sisanya yang menjadi pertanyaan  “maukah kita menjadi masyarakat pembelajar?”

Tentu kita sepakat bahwa dengan menjadi masyarakat pembelajar, kita selalu siap menyambut perubahan dan tantangan hidup kearah yang lebih baik.  Melalui peran ini, mimpi kuliah baik dalam maupun luar negeri dengan program Merdeka Belajar akan menjadi kenyataan.


TAG