Polemik MCK Kemah Prestasi, Mabicab Diminta Bertanggung Jawab - Utustoria Polemik MCK Kemah Prestasi, Mabicab Diminta Bertanggung Jawab - Utustoria

Polemik MCK Kemah Prestasi, Mabicab Diminta Bertanggung Jawab

856
Spread the love

Photo: MCK Umum di Lokasi Kemah Prestasi

Utustoria.com, Banggai. Polemik Mandi Cuci Kakus (MCK) yang terjadi di lokasi perkemahan desa Bukit Jaya, kecamatan Toili kini terus menuai sorotan publik.

Salah satunya di ungkapkan Sugianto Adjadar, menurutnya kisruh tarif pembayaran kamar mandi di kegiatan pramuka adalah kegagalan Bupati Banggai, Amiruddin Tamoreka sebagai Ketua mabicab gerakan pramuka kabupaten Banggai.

Sugianto mengatakan seharusnya Bupati Banggai selaku pimpinan pemerintahan kabupaten dan pimpinan gerakan pramuka kabupaten Banggai yang mempunyai wewenang untuk komunikasikan ke pemerintah kecamatan dan desa maupun panitia kegiatan yang semua adalah bawahannya sehingga situasinya tidak segaduh ini.

“Bupati itu pimpinan daerah dan pimpinan gerakan pramuka tingkat kabupaten. Wajar dia bertanggung jawab dalam persoalan ini” Ujar Sugianto, salah satu mahasiswa asal kecamatan Batui.

Selama kegiatan pramuka, lanjut Sugianto, hanya di tahun ini peserta di kenakan sewa kamar mandi dengan begitu tinggi. “Kalaupun ini benar adanya, maka ini kali pertama bayar mandi dan buang air dengan tarif mahal” Lanjutnya.

Seharusnya gerakan pramuka yang merupakan gerakan kepanduaan yang membangun karakter dan karya anak atau kaum muda. Bukan menjadi ladang bisnis ataupun di peras.

“Peserta pramuka itu generasi muda untuk dilatih biar potensi diri di maksimalkan bukan layaknya seperti diperas” Lanjut, Kordinator aksi kamisan Luwuk.

Disi lain, warga sekitar perkemahan hanya menjadi korban akibat provokasi oleh pernyataan panitia beberapa waktu lalu di media massa.

“Seperti dilansir salah satu media online, panitia menyampaikan bahwa dengan 11.400 peserta maka ada miliaran perputaran uang yang akan beredar di kegiatan pramuka, sehingga ada perubahan mindset warga sekitar perkemahaan mengenai situasi ekonomi” Ujar Sugianto.

Sebelumnya diketahui, puluhan peserta dari beberapa kecamatan dan pengunjung mengeluhkan terkait fasilitas panitia dan sewa kamar mandi dan parkiran kendaraan yang begitu mahal. Mulai dari mandi yang berkisar 5 ribu, buang air 3 ribu dan 2 ribh hingga sewa parkir yang mencapai 10 ribu rupiah. (Red)