Jadi Bola Liar. Keluar Masuk Area Kemah Akan Berbayar! - Utustoria Jadi Bola Liar. Keluar Masuk Area Kemah Akan Berbayar! - Utustoria

Jadi Bola Liar. Keluar Masuk Area Kemah Akan Berbayar!

2818
Spread the love

Photo: Acara Pembukaan Kemah Prestasi Bukit Jaya

Utustoria.com, Banggai. Hingga acara pembukaan kemah prestasi di Desa Bukit Jaya, Kabupaten Banggai di Gelar, berbagai kontroversi terkait kegiatan tersebut belum juga menemukan solusi.
Selain biaya pungutan yang diberlakukan Pemerintah Desa Bukit Jaya kepada sejumlah penjual hingga adanya tarif buang air yang berlaku untuk peserta di sejumlah rumah warga, kedepannya setelah acara pembukaan akan ada juga biaya pungutan yang kemungkinan akan berlaku bagi pengunjung ketika keluar masuk area perkemahan.

Hal tersebut diakui Kepala Desa Bukit Jaya, Sutaji, saat diwawancarai oleh wartawan di lapangan posko utama perkemahan. Menurutnya pihak pemerintah desa melakukan berbagai pungutan biaya kepada peserta hingga pengunjung berdasarkan peraturan desa (Perdes) yang berlaku. Namun hingga kini belum diketahui pasti keabsahan perdes yang dimaksud.

“Bisa jadi nanti akan ada biaya pungutan untuk akses keluar masuk pengunjung di area perkemahan, namun untuk sekarang belum berlaku.” Jawab Sutaji saat di tanya wartawan.

Sedangkan pihak panitia saat di tanya terkait pungutan yang berlaku di kegiatan kemah prestasi tersebut hanya bisa menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah Desa untuk menjawab. Pihak panitia sendiri akan berfokus pada teknis pelaksanaan kegiatan hingga acara selesai nantinya.

“Kami pihak panitia kabupaten hanya akan fokus pada peserta, yaitu memastikan peserta semua mendapatkan tempat. Sedangkan untuk kepanitaan sudah kami bagi menjadi Tiga, yaitu Kabupaten, Kecamatan, dan Desa. Kami fokus pada peserta sesuai arahan Pihak Camat, Kecamatan Toili.” Ungkap Ketua Panitia Kabupaten, Risman Sarifudin, yang akrab dipanggil Kak Cimang.

Dilain Pihak. Camat Toili, Mades Subrata menjawab bahwa mungkin hal terkait pungutan adalah kesepakatan antara penjual dan pemerintah desa, dirinya juga belum mengetahui soal ada atau tidaknya Perdes.

“Mungkin hal tersebut terjadi karena adanya kesepakatan dengan pemerintah Desa. Kan logikanya kalau tidak ada kesepakatan tidak akan mungkin ada pihak yang mau bayar.” Tutup Camat Toili.
(Red)