Made In Indonesia, Ternyata Ini Makna Piala MotoGP Mandalika - Utustoria Made In Indonesia, Ternyata Ini Makna Piala MotoGP Mandalika - Utustoria
Poto Trofi Motogp mandalika

Made In Indonesia, Ternyata Ini Makna Piala MotoGP Mandalika

842
Spread the love
Trofi MotoGP Mandalika (Foto : Istimewa)

Utustoria.com, Ajang balap motor internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika) 2022 telah selesai digelar pada 18-20 Maret lalu. Perhelatan ditutup dengan penyerahan trofi kepada pemenang kelas MotoGP, Miguel Oliveira dari Red Bull KTM Factory Racing. Trofi yang diserahkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut merupakan karya pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dari Bali.

Trofi yang terinspirasi dari bentuk obor itu merupakan karya anak negeri dari Tuksedo Studio, Gianyar. Tuksedo Studio dipercaya oleh Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC untuk merancang dan melakukan produksi piala Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika 2022). Trofi tersebut juga diserahkan kepada para pembalap peraih podium di Mandalika, mulai dari nomor Asia Talent Cup (ATC), Moto3, Moto2, dan kelas paling bergengsi MotoGP.

Dijelaskan oleh pihak Tuksedo Studio, desain trofi tersebut terinspirasi dari ‘obor’ yang melambangkan menyalanya api kompetisi balap yang panas. Api itu sendiri juga selanjutnya menjadi simbol inspirasi dari bangkitnya perekonomian Indonesia. Sekaligus bukti bahwa Indonesia tidak hanya mampu mengadakan event berskala internasional hanya sekali dua kali, tapi juga sebagai negara yang memiliki kemampuan artistik dan produksi tahap dunia secara terus menerus.

“Terutama pada sektor pariwisata yang terdampak oleh pandemi dengan harapan besar agar kita dapat sama-sama menjaga sehingga api dari ‘obor’ ini tidak pernah padam,” demikian disampaikan Tuksedo Studio dalam keterangan tertulisnya yang dikutip dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Senin (21/03/2022).

Di bagian pinggir piala terdapat corak motif lokal, sementara di bagian atas dilengkapi dengan pola siluet sirkuit Pertamina Mandalika International Street Circuit.

Material bahan dasar alumunium yang ringan dan memiliki kekuatan yang tepat untuk menopang kecepatan dipilih Tuksedo Studio untuk melambangkan ajang balap yang pemenangnya ditentukan oleh kecepatan pengendara serta performa kendaraan.

“Ini merupakan sebuah bukti jika Indonesia tidak hanya mampu dalam mengadakan sebuah ajang berskala dunia namun juga fakta bahwa para seniman dan pekerja lokal memiliki kapasitas yang mumpuni untuk merancang dan membuat langsung dengan tangan sendiri sebuah karya seni berkelas dunia,” disampaikan oleh pihak Tuksedo Studio.