Jelang Pengumuman, P2G; Nadiem Jangan Ingkar Janji - Utustoria Jelang Pengumuman, P2G; Nadiem Jangan Ingkar Janji - Utustoria

Jelang Pengumuman, P2G; Nadiem Jangan Ingkar Janji

706
Spread the love

Photo: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Nadiem Makarim

Utustoria.com, Jakarta. Hasil seleksi tes kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK Guru 2021 akan diumumkan pada Jumat, 8 Oktober 2021. Sejumlah organisasi guru berharap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim tak ingkar janji soal pemberian nilai afirmasi bagi tenaga guru honorer berdasarkan lama pengabdian.

Hasil seleksi tes kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK Guru 2021 akan diumumkan pada Jumat, 8 Oktober 2021. Sejumlah organisasi guru berharap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim tak ingkar janji soal pemberian nilai afirmasi bagi tenaga guru honorer berdasarkan lama pengabdian.

Koordinator Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim meminta Mendikbudristek, Nadiem Makarim memperhatikan psikologis guru honorer yang sudah menantikan diri menjadi ASN sejak lama.

Dia juga mendesak Nadiem untuk meluluskan para guru honorer berstatus K2 menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru 2021 melalui seleksi tahap pertama.

Baca Juga: H-1 Pengumuman Seleksi PPPK Guru, Berikut Ini Dijelaskan;

Satriwan menilai penundaan pengumuman seleksi PPPK guru dua pekan lamanya ini seharusnya cukup memberikan waktu kepada Kemendikbudristek dan Panselnas untuk memberikan nilai afirmasi yang berkeadilan pada para guru honorer K2.

“Bagi kami minimal kawan guru honorer K2 lulus semua menjadi PPPK guru melalui tahap pertama ini,” katanya.

terdata dalam data Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebanyak 121.954. Satriwan menilai, seluruh guru honorer K2 tersebut seharusnya lolos menjadi pegawai PPPK guru ketika Kemendikbudristek memutuskan penundaan pengumuman karena mendengarkan masukan forum guru.

Selain itu, para guru honorer K2 ini juga memiliki masa pengabdian panjang sejak sebelum 2005. Berdasarkan lama pengabdian inilah, pihak P2G menilai pemerintah harus memberikan kemudahan bagi mereka untuk menjadi ASN PPPK.

Jika seluruh guru honorer K2 itu lolos menjadi PPPK, maka semestinya jumlah peserta lolos pada seleksi pertama ini lebih dari yang diumumkan Nadiem pada rapat di DPR pertengahan Agustus lalu. Kala itu, Nadiem mengumumkan jumlah peserta lulus menjadi PPPK guru sebanyak 97 ribu orang.

“Ketika pemerintah sekarang kabarnya mengakomodir masukan dari kami organisasi guru yaitu akan menambahkan poin afirmasi atau menurunkan nilai passing grade, tentu dengan kebijakan baru ini konsekuensinya adalah jumlah yang lolos PPPK ini akan bertambah, lebih dari 97 ribu orang,” jelas Satriwan.

Pihaknya juga kembali menegaskan bahwa hasil pengumuman PPPK guru kepada 97 ribu orang tersebut tak boleh diganggu-gugat. Artinya, tak boleh ada peserta gugur karena kebijakan baru berupa penambahan nilai afirmasi atau penurunan passing grade.

Sebelumnya, Nadiem berjanji akan mengangkat 1 juta guru honorer menjadi PPPK guru pada tahun ini melalui mekanisme seleksi.

Seleksi PPPK guru tahap pertama dilangsungkan pada 13-17 September lalu. Proses seleksi menuai kritik dari forum guru karena dinilai tidak berkeadilan. Alhasil, pengumuman seleksi tahap I yang awalnya direncanakan pada 24 September molor menjadi 8 Oktober karena desakan banyak pihak.

Pengumuman PPPK guru tahap I bisa disaksikan secara daring melalui kanal YouTube Kemendikbud RI pada Jumat pukul 09.00 WIB. (Red)

Sumber: Tempo.co