Jabatan IB Dicopot, Ubay; Keputusan Itu Dalam Rangka Menyelamatkan Organisasi! | Utustoria Jabatan IB Dicopot, Ubay; Keputusan Itu Dalam Rangka Menyelamatkan Organisasi! – Utustoria

Jabatan IB Dicopot, Ubay; Keputusan Itu Dalam Rangka Menyelamatkan Organisasi!

462
Spread the love

Photo: Irfan Bungaadjim (Istimewa)

Utustoria.com, Banggai. Organisasi Karang Taruna Banggai kembali mengalami polemik. Hal ini disebabkan dengan digantinya Irfan Bungaadjim (IB) sebagai ketua Karang Taruna Banggai oleh Rito R Jusuf.

Perubahan struktur kepemimpinan Karang Taruna Banggai ini sontak menjadikan publik bertanya – tanya apa penyebabnya. Saat di konfirmasi, IB membenarkan adanya Pelaksana Tugas (Plt) menggantikan posisinya sebagai ketua Karang Taruna.

Menurut IB hal tersebut dilakukan tanpa ada konfirmasi, sepihak dan tidak mengacu pada aturan organisasi yang semestinya.

“Saya kaget dengan keputusan ini, saya tidak pernah diberitahu sebelumnya, jika ada persoalan semestinya ada kaidah – kaidah organisasi yang tetap menjadi acuan” Ungkap IB.

Ia juga menambahkan, semestinya sejak awal jika dirinya dianggap bermasalah maka tidak mungkin ia akan diberi kepercayaan untuk memimpin Karang Taruna selama kurang lebih 1 Tahun.

“Jika saya bermasalah, kenapa tidak sejak awal itu permasalahkan, ini saya sudah menjabat kurang lebih 1 Tahun lalu tiba – tiba ada keputusan sepihak dalam organisasi” Imbuh IB.

Sementara itu Sekretaris Karang Taruna, Frangky Botutihe alias Ubay Joss memberikan keterangan bahwa keputusan pergantian ketua Karang Taruna Irfan Bungaadjim ke Tangan Rito R Jusuf adalah langkah yang tepat dalam hal penyelamatan Organisasi.

“Kepemimpinan di Karang Taruna mengalami perubahan. Dari Irfan Bungaadjim, ke Rito R Jusuf. Perubahan atau pergantian ketua ini sudah sesuai prosedur organisasi. Yaitu tentang bagaimana menyelematkan organisasi untuk tegak lurus pada cita-cita KT.” Beber Ubay.

Selain itu, ketua Irfan Bungaadjim diduga bermasalah terhadap kepemimpinan nya pada KNPI selama periode 2016-2019, yaitu tentang dugaan penyalahgunaan anggaran dana hibah KNPI.

“KT tidak menginginkan adanya gangguan pada posisi kepemimpinan, yang itu tentu saja berdampak pada eksistensi pengurus, serta keanggotaan di KT.” Tegas Ubay. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *