Hari Donor Darah Sedunia di Tengah Pandemi, Minim Pendonor, Stok Darah Menipis | Utustoria Hari Donor Darah Sedunia di Tengah Pandemi, Minim Pendonor, Stok Darah Menipis – Utustoria

Hari Donor Darah Sedunia di Tengah Pandemi, Minim Pendonor, Stok Darah Menipis

296
Spread the love

Photo: PMI Banggai, Hari Donor Darah Sedunia 14 Juni 2020

Utustoria.com, Banggai. Hari donor darah sedunia yang jatuh pada pada tanggal 14 juni setiap tahunnya, mungkin di beberapa tempat, akan diperingati dengan kegiatan-kegiatan sosial dalam bentuk donor darah massal bagi pendonor yang siap membagikan darahnya demi kesehatan. Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Beberapa daerah masih memberlakukan pembatasan sosial berskala. Aktivitas-aktivitas yang melibatkan kumpulan orang banyak tidak diijinkan untuk dilakukan. Tempat-tempat yang biasanya menarik orang berkerumun ditutup satu persatu.

Hal ini sangat terasa dampaknya pada beberapa tempat layanan kesehatan yang ada di Kab Banggai. Salah satunya adalah Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia yang merasakan dampak dari pandemi tersebut, dimana pada peringatan hari donor darah sedunia hanya menerima pendonor yang datang untukvmendonorkan darahnya secara suka rela di kantor UTD PMI yang bertempat di Jalan Imam Bonjol Kilometer 3 Luwuk.

Sejak pagi tanggal 14 Juni 2020 terhitung hanya ada 7 orang pendonor yang datang, dan itupun langsung diminta oleh pihak rumah sakit untuk digunakan. Kurniati, seorang petugas pelayanan teknis mengutarakan, bahwa kebutuhan darah yang dimintakan oleh rumah sakit minimal 10 kantong darah per hari. Kegiatan Donor Darah ini pada awalnya sudah disosialisasikan pada jauh hari sebelumnya, akan tetapi pandemi Covid-19 seakan mempersulit keadaan. Kegiatan Donor Darah yang terakhir dilakukan pada tanggal 16 Maret 2020 dengan perolehan 11 kantong darah masih terasa sangat kurang, pasien yang membutuhkan darah pun terpaksa mencari pendonor secara mandiri. “Belum lagi pasien cuci darah pak, mereka dalam sebulan butuh 3 kantong darah” ujarnya menambahkan.

Darah sebagai salah satu kebutuhan medis dalam hal ini perlu mendapat perhatian khusus. Sesuai dengan panduan WHO bahwa kebutuhan darah adalah minimal sebesar 2% dari jumlah penduduk, maka jika jumlah penduduk di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 267,7 juta jiwa (Data BPS 2019), maka idealnya dibutuhkan darah sebanyak 5.354.000 kantong darah. Sebelumnya pada tahun 2016 produksi darah hanya mencapai 4.201.578 kantong, masih kekurangan sebanyak 972.522 kantong darah atau sebesar 18.8%. (Pusdatin Kemenkes RI 2018)

Masalah ini merupakan tanggung jawab bersama. Terlebih khusus Pemerintah melalui PMI sebagai layanan publik. Selain itu perlu ada tindakan kemanusiaan sebagai aksi solidaritas yang berperikemanusiaan, humanis dan penuh manfaat. Karena akan sangat ironis, diperingatan Hari Donor Darah Sedunia stok darah malah kian menipis. (El)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *