PSEUDOA

Foto: Ipin Gobel

aku dan puisi ini takkan pernah sebaik doa pendek yang

diucapkan oleh seseorang yang sama keras kepalanya

mengembuh dan menimbun kau dengan setumpuk rahasia

 

satu dua kali dapat kuselesaikan sesuatu yang

hendak kutulis tentang kau

namun kali lain, tepat di matamu

jari ibuku berhenti mengingat kosa kata selain aku,

cinta dan kau

selebihnya cuma mampu kutambah dengan

lema pelengkap dan keterangan

yang tak melengkapi dan menerangkan apa-apa

 

waktu selalu rentan kusut

dengan pertempuran alot yang menyisakan dendam

kau tiba-tiba mampu mendekatkan ingatan-ingatan jauh

saat benakmu dipecahbelah gerombolan gelombang

tanda tanya

 

kau melihat segala sesuatu dengan jernih hanya saat kau

menawar remang dengan pijar yang menyala;

sesuatu yang akan selalu kau sebut sebagai puisi

atau doa

atau keduanya

 

hal lain yang masih gagal kutulis tentang kau

sampai hari ini adalah carut marut yang tak pernah

jernih kujabarkan:

 

“aku tidak berhenti mencintai kau,

aku berhenti mencelakai diri sendiri”

 

amin