Kapolda Sulteng Tinjau TKP Pembakaran SMAN 1 Bolano di Parigi Moutong

Kapolda Sulteng saat meninjau langsung TKP Sekolah SMAN 1 Bolano yang sengaja dibakar oleh kelompok Pemuda di Parigi Moutong. (Ist)

Utustoria.com , PALU - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Drs Lukman Wahyu Hariyanto, M.Si meninjau langsung gedung SMAN 1 Bolano yang dibakar dan dirusak oleh sekelompok pemuda dari Desa Lambunu Utara yang terjadi pada hari Minggu (29/09/2019) beberapa waktu lalu.

Dalam peninjauan tersebut Kapolda Sulteng didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sulawesi Tengah diantaranya Karo Rena Polda Sulteng, Kombes Pol Sambas Kurniawan, S.IK, Direktur Reskrimsus Polda Sulteng, Kombes Pol Arief Agus Marwan, S.IK, MT, Direktur Reskrimum Polda Sulteng, Kombes Pol Yus Fadillah.

Tiba dilokasi, rombongan Kapolda Sulteng disambut Kapolres Parigi Moutong (Parimo), AKBP Zulham Efendi Lubis, S.IK didampingi Kasat Intelkam Polres Parimo, AKP Zanuddin S, S.IP, Kasat Narkoba Polres Parimo, IPTU Uspan Lamanda Djahara, dan juga dihadiri Kepala Desa Wanamukti Utara, bapak Muliadi, hari Kamis (03/10/2019) sore.

Usai melakukan peninjauan, rombongan Kapolda Sulteng menuju Desa Lembah Bomban, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parimo, di desa tersebut Kapolda Sulteng bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat sekaligus silaturahmi dengan tokoh masyarakat setempat bapak Rahman.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto, S.IK mengatakan peninjauan orang nomor satu di Polda Sulteng di SMAN 1 Bolano itu dalam rangka melihat langsung gedung sekolah yang dibakar dan dirusak oleh sekelompok pemuda dari Desa Lambunu Utara.

Sebelumnya, gedung SMAN 1 Bolano yang terletak di Desa Wanamukti Utara, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, dirusak dan dibakar oleh sekelompok pemuda, Minggu (29/9) sekitar pukul 11.45 wita.

Kejadian tersebut mengakibatkan ruang kantor SMAN 1 Bolano serta 15 unit komputer bantuan pemerintah, satu unit CPU, dan tiga monitor ludes terbakar.
Sementara itu, empat gedung sekolah lainnya juga dirusak, tiga di antaranya adalah kantin sekolah, dua pintu rusak serta hampir seluruh kaca sekolah pecah.