Menanggapi Pemberitaan Miring , Polda Sulteng Tegaskan Polri Bekerja Sesuai SOP

Kabidhumas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto dan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng Kompol Sugeng Lestari. (Ist)

Utustoria.com , PALU - Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) menegaskan bahwa Polri bekerja sesuai dengan SOP penyelidikan dan penyidikan tindak pidana dengan mempedomani peraturan Kapolri nomor 14 tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan tindak pidana. 

 

Hal itu disampaikan oleh Bidhumas Polda Sulteng melalui Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng Kompol Sugeng Lestari untuk menanggapi pemberitaan di salah satu media siber, dengan judul berita "Polda Sulteng Dinilai Tebang Pilih Tangani Kasus Tersangka Hoax Yahdi Basma (YB)". 

 

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng Kompol Sugeng Lestari, memberikan klarifikasi bahwa terkait penanganan suatu perkara Polri bekerja sesuai dengan SOP penyelidikan dan penyidikan tindak pidana dengan mempedomani peraturan Kapolri nomor 14 tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan tindak pidana. 

 

"Tidak pandang siapa pelapor/korban dan siapa pelakunya prosedur proses penyelidikan dan penyidikan harus diikuti," ungkapnya kepada media, selasa (17/9/2019) .

 

Dirinya mengatakan, terkait penanganan Kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax dengan pelapor/korban Drs. Longki Djanggola, M.Si yang juga Gubernur Sulteng dengan tersangka sdr. YB, proses penyidikannya masih tahap I atau penyerahan Berkas Perkara kepada Kejati Sulteng.

 

"Tentunya dalam proses penelitian yang dilakukan Jaksa peneliti menganggap masih ada hal-hal yg dianggap kurang baik syarat formil maupun materiil untuk dilengkapi oleh penyidik atau istilahnya P.18 (pemberitahuan pengembalian berkas perkara) dan P.19 (pengembalian berkas perkara dengan petunjuk yang harus dipenuhi)," ungkapnya. 

 

Tambahnya, biasanya  dengan P.18/P.19 tersebut penyidik dalam waktu 14 hari harus segera melengkapi dan mengirim kembali berkas perkaranya, upaya-upaya inilah yang sudah dilakukan penyidik Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng dan pada prinsipnya Polda Sulteng tetap berkomitmen untuk menuntaskan kasus tersebut secepatnya dan dipastikan tidak ada tebang pilih dalam menangani perkara. Karena prosesnya juga diawasi oleh pengawas internal baik oleh Itwasda, Propam Polda Sulteng maupun Bagian Pengawasan penyidikan, termasuk pada saat penentuan siapa pelaku, pasal apa yang dipersangkakan dan lain lain sudah melalui prosedur gelar perkara yang diatur dalam manajemen penyidikan.

 

Terkait rencana aksi masa yg akan dilakukan, Polisi mempersilahkan saja karena itu diatur undang - undang yang penting tidak mengganggu ketertiban umum atau pengguna jalan lain serta tidak berbuat anarkis, penyidik akan tetap bekerja secara Profesional. Dan ingat proses masih dalam tahap penyidikan yang sudah dilimpahkan kepada Kejaksaan sehingga belum ada keadilan, karena keadilan hanya dapat diberikan melalui persidangan nantinya yg digelar oleh Pengadilan.

 

Kabidhumas Polda Sulteng Akbp Didik Supranoto,S.IK menegaskan Polri, khususnya Polda Sulteng tetap bekomitmen melaksanakan tugas sesuai SOP dan Undang-Undang yang berlaku tidak memandang siapa pelapor maupun terlapor, ada mekanisme yang berlaku dan tetap akan dilaksanakan tanpa tebang pilih, tegasnya.