Muslimin , Pria Yang Viral Saat Gendong Jenazah Bayi dan Mengaku Tidak Melapor Pada Tim Medis

Foto : Muslimin (baju batik) saat ditemui awak media dirumah jabatan Camat Toili. (Marhum /Utustoria)

Utustoria.com , BANGGAI - Pria yang viral di media sosial saat menggendong jenazah seorang bayi dari RSUD Luwuk pada Senin (16/9/2019) masih hangat diperbincangkan oleh warganet.

 

Setelah media Utustoria.com ini menelusuri kebenaran foto yang beredar dan viral tersebut, pria tersebut bernama Muslimin yang meruapakan warga Desa Benteng Kecamatan Toili Kabupaten Banggai yang mengaku bahwa pria yang menggendong jenazah seorang bayi dengan kain berwarna kuning adalah benar dirinya.

 

Menurut Pria yang akrab disapa Limin ini yang ditemui oleh Awak media dirumah jabatan Camat Toili pada Selasa (17/9/2019) dirinya bukan merupakan orang tua kandung bayi tersebut, melainkan bayi tersebut adalah ponakan dari buah hati kakak kandungnya yakni pasangan dari Risnawati dan Sarifudin. Yang mana Muslimin ini mengaku mendapat telepon oleh adiknya tersebut untuk datang ke RSUD Luwuk membawa sepeda motor untuk membawa jenazah bayi itu dengan alasan tidak memiliki biaya.

 

Lanjut Muslimin , dirinya juga mengaku tindakan yang diambil tersebut berdasarkan inisiatif pihak keluarga karena memang tidak memiliki biaya untuk membayar mobil ambulans. Sehingga setibanya di RSUD Luwuk Limin langsung menggendong jenazah bayi itu untuk pulang tanpa melaporkan terlebih dahulu kepada tim medis yang bertugas saat itu. 

 

Sehubungan dengan itu , Kepala Desa Benteng Ajam Hamid yang saat itu bersama dengan Muslimin saat dikonfirmasi mengatakan permasalahan tersebut merupakan hanya miskomunikasi. Karena lanjutnya , jika pada saat sebelum pasien dibawa ke Puskemas melapor terlebih dahulu mungkin persoalan ini tidak seperti saat ini.

 

Justru, lebih dalam Kades menjelaskan, dari pihak keluarga termasuk suami pasien sempat mengurus administrasi rujukan, namun pihak keluarga tidak memberikan penjelasan apakah pasien saat ini berada di Puskesmas ataukah berada di Rumah Sakit.

 

“Sehingga persoalan ini saya baru mengetahui tadi malam sekitar pukul 20.00 WITA lewat, saat Ses (Bidan Desa) naik ke Desa , sehingga saya tanya apakah bayi dan ibunya itu bagaimana saat ini, menurut Ses saat dilakukan operasi bayi tersebut memang sudah meninggal dunia,” ujar Ajam Hamid.

 

Menurut Ajam Hamid , proses medis yang dijalani oleh pihak pasien tidak sesuai dengan jalur (prosedur). Sebab, sesuai informasi yang didengarnya pihak keluarga baik istri dan suami tersebut tidak ingin membawa ke rumah sakit atau ke Puskesmas. Namun karena ada salah satu anggota keluarga yang mengatakan harus tetap dibawa kerumah sakit.

 

Selain itu, pasien tersebut juga tidak memiliki Asuransi Kesehatan (BPJS) karena beberapa kali dimintai persyaratan seperti kartu keluarga pihak keluarga belum memberikan.”Sehingga hari ini saya dan Camat akan membicarakan permasalahan ini , untuk mencarikan solusi untuk keluarga korban,”tandasnya.

 

Ditempat yang terpisah , pihak Puskesmas Toili II dr. Asrul yang menangani awal Risnawati saat di Puskesmas Toili II saat dikonfirmasi tidak ingin memberikan keterangan terkait rekam medik dengan alasan pihak media belum meminta izin dari pihak terkait (Kepala Puskesmas). Sehingga pihaknya enggan untuk berkomentar terkait persoalan ini.