Menyedihkan, Seorang Ayah Gendong Jenazah Anaknya Gunakan Sepeda Motor Karena Terkendala Biaya Ambulans

Foto : Rifaldi Lamo

Utustoria.com , BANGGAI - Beredarnya foto seorang ayah yang terlantar saat hendak membawa jenazah buah hatinya dari RSUD Luwuk ke kediamannya menggunakan sepeda motor dengan alasan keterbatasan biaya untuk menyewa ambulans.

 

Awalnya foto pria yang belum diketahui identitasnya itu diunggah melalui akun facebook  Rifaldi Lamo pada Senin (16/9/2019) yang terlihat foto seorang pria sedang menggendong sebuah bungkusan berwarna kuning yang mana pria tersebut sedang duduk disebuah teras mirip dengan tempat ibadah.

 

Dalam keterangan unggahannya itu, Rifaldi Lamo mengatakan , “Dimana hati nurani kalian wahai pihak RS Luwuk Banggai , Bapak ini tidak sanggup bayar ambulans terpaksa mayat anaknya dibawa pakai motor.”

 

Dalam kolom komentar unggahan Rifaldi Lamo pun dengan cepat mendapatkan tanggapan sejumlah warganet yang ingin tahu kebenaran informasi tersebut bahkan banyak juga yang prihatin atas kejadian tersebut, salah satunya akun facebook Widarty Dayanun dalam komentarnya menuliskan, “ Ini Bapak tadi kasian ketemu di masjid Annie Simpong sambil tenteng bayi...bertepatan saat itu mobil ambulans dr keluarga dayanun sementara mengantar jenazah ibu kami yang di sholat kan di masjid simpong...dan akhirnya setelah ibu kami diantar di pekuburan dayanun... akhirnya mobil jenazah dari keluarga dayanun langsung mengantarkan bapak ini yang menggendong seorang bayi... jadi pembelajaran kita semua...untuk apa mengumpul harta banyak2 sedang amal baik kita tidak dikumpulkan sebanyak2x sbg tabungan di akhirat nanti...bukalah hati nurani kalian..”

 

Selain itu, postingan tersebut sejumlah warganet banyak yang menyebarluaskan melalui sejumlah akun sosial medianya baik FB maupun WhatsApp dengan cara men screenshot (tangkap layar) postingan Rifaldi Lamo tersebut.

 

 

Menanggapi hal tersebut , Direktur RSUD Luwuk dr.Gunawan yang mengaku tidak mengetahui adanya keluarga pasien yang mengalami kesulitan membawa jenazah dari Rumah Sakit.

 

“Saya sudah cek kesemua pegawai, tidak ada yang mengetahui. Biasanya kalau ada yang kesulitan ambulans, tetap akan kami bantu, kami fasilitasi. Kan RS juga bisa berkordinasi dengan pihak Dinas Pemukiman, biasanya begitu. Cuma kasus ini tidak kami ketahui,” tutur dr.Gunawan.

 

Menurut dia, mustahil jika ada keluarga pasien yang kesulitan membawa zenajah lalu dibiarkan. “Selama ini kami tidak pernah membiarkan, kasus ini memang tidak diketahui oleh pihak rumah sakit,” katanya.

 

Selama ini kata dr.Gunawan, jika keluarga pasien menyampaikan kesulitan mendapatkan ambulans, maka akan difasilitasi untuk dibantu komunikasi dengan berbagai pihak yang memiliki kendaraan ambulans, seperti partai politik, lembaga atau klinik yang memiliki ambulans.

 

“Bahkan kalau kesulitan biaya kami bantu. Biasanya pegawai yang membantu langsung. Tidak mungkin dibiarkan, ini murni tidak diketahui,” pungkasnya.