RTRW Sulteng Berbasis Mitigasi Harus Diwujudkan

Foto : Staf Ahli Gubernur bidang SDM dan pengembangan kawasan Drs. Ikhwan saat membuka Lokakarya Multipihak RTRW Provinsi Sulteng Responsif Bencana (Ist)

Utustoria.com , PALU - Tingkat kebencanaan Sulawesi Tengah yang tinggi jadi faktor pendorong revisi RTRW Provinsi Sulteng agar semakin mitigatif di masa depan.

 

Staf Ahli Gubernur bidang SDM dan pengembangan kawasan Drs. Ikhwan saat membuka Lokakarya Multipihak RTRW Provinsi Sulteng Responsif Bencana mengatakan, alih fungsi ruang yang keliru lanjut mantan kepala kesbang ini seperti kasus likuifaksi Balaroa dan Petobo mesti jadi pembelajaran agar tidak berulang. 

 

"Karena mau cari murah dipilih disitu oleh pengembang, seingat saya tentang dua lokasi yang dahulu berupa daerah resapan air dan pemancingan lalu disulap jadi perumahan oleh pengembang," Ungkapnya saat membuka kegiatan, di Hotel Jazz, senin (9/9/2019). 

 

Drs. Ikhwan juga mengungkapkan, hadirnya kalangan multipihak diharap mewakili aspirasi berbagai aspek ilmu sebagai input penyempurnaan revisi RTRW Sulteng baik untuk tujuan mitigasi maupun perencanaan sektoral lain.

 

"Kebencanaan Sulawesi Tengah jangan Kita jadikan menakutkan tapi jadikan sahabat karena Pasigala ini suasananya sama dengan Jepang yang rawan bencana," pungkasnya.

 

Sebelumnya Direktur Ekologi Nusantara Lestari Azmi Sirajuddin selaku panitia mengatakan lokakarya adalah wujud partisipasi publik yang ingin terlibat konstruktif dalam proses revisi RTRW Sulteng.

 

"Semua pihak bisa berkontribusi karena proses (revisi) masih berjalan dan belum final," jelasnya untuk menjaring masukan-masukan ke dalam revisi RTRW.

 

Hadir di lokakarya, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, akademisi Universitas Tadulako, konsultan dan LSM/NGO.