Kondisi Sekolah MIS Memprihatinkan, Siswa Belajar Diruangan Tidak Layak Pakai

Utustoria.com , PALU - Siswa-siswi di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta Desa Busak 1, Kecamatan Karamat, Kabupaten Buol hingga  kini masih menjalankan aktivitas belajar mengajar di sebuah ruangan yang tidak layak pakai. 

 

Salah satu Guru, Ramli Asnar, S.IP menyampaikan, bangunan tua yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan, kondisi fisiknya mulai dari atap, dinding dan lantainya suda hancur. 

 

"Saya merasa kasihan melihat anak anak melakukan proses belajar mengajar sangat tidak nyaman. Kalau pada saat hujan, air tetap jatuh menetes kedalam ruangan karena kondisi atapnya suda pada bolong, begitupun dindingnya yang suda keropos dan bolong juga, akhirnya sinar matahari menembus masuk kedalam ruangan, yang membuat mereka kepanasan dan sangat tidak nyaman, belum lagi lantainya yang suda hancur," ungkapnya kepada Utustoria.com, rabu (4/9/2019).

 

Guru yang masih berstatus tenaga honorer ini juga menuturkan, melihat kondisi sekolah yang dipakai untuk kegiatan belajar mengajar, dirinya mengaku sangat prihatin karena dirinya sangat merasakan ketidak nyamannan para siswa. 

 

"Bangunan yang diperuntukkan untuk dijadikan sekolah, ini adalah bangunan bekas puskesmas yang umurnya suda lama sekali, ya sekitaran 40 atau 50 tahun kalau tidak salah," jelasnya. 

 

Tambah Ramli. Namun, biar bagaimanapun dirinya  tetap bangga melihat siswa siswi di sekolah MIS ini, karena walaupun dalam keadaan ruangan tidak memungkinkan, tapi bukan tolak ukur untuk mematahkan semangat mereka dalam melaksanakan proses belajar mengajar. 

 

"Satu kebanggaan juga untuk kami para guru disini, melihat semangat anak anak kami, yang masih tetap semangat, tanpa ada beban buat mereka dengan keterbatasan yang ada khususnya ruang belajar mereka," Tambah Ramli. 

 

Harapannya, untuk kedepannya dirinya berharap kepada Pemerintah ataupun Instansi yang berkaitan, agar lebih peka melihat persoalan di sektor  pendidikan, dan terketuk hatinya melihat kondisi ruangan yang tidak memadai untuk para siswa. 

 

"Bagi kami para guru, melihat mereka belajar dengan nyaman dalam menerima pelajaran, itu sudah cukup bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana mereka biar tambah semangat lagi dalam melaksanakan tugas mereka sebagai siswa. Karena bagi saya, mengutip kata dari orang bijak " Kemajuan kita sebagai bangsa tidak bisa lebih cepat daripada kemajuan kita dalam pendidikan," tuturnya.