Aliansi Mahasiswa Kota Palu, menyayangkan tindakan Represif yang Dilakukan Oknum Kepolisian

Koordinator Lapangan , Ammink

Utustoria.com , PALU - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Palu, menyayangkan tindakan represif yang dilakukan oleh Oknum Kepolisian Pada saat masa aksi meminta untuk berorasi di halaman Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, selasa (3/9 /2019) .

 

Aksi yang digelar tersebut dihadiri sekitar 600 mahasiswa yang tergabung  dari Kampus Universitas Tadulako (Untad), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Universitas Muhammadiyah (Unismuh), Politeknik, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya (STIK-IJ).

 

Kordinator lapangan (Korlap) Ammink mengatakan, bahwa aksi yang mereka gelar merupakan aksi damai. Tapi ada tindakan represif dari pihak kepolisian, dimana teman-teman mahasiswa meminta masuki dalam  gedung DPRD tapi dicekal oleh pihak kepolisian dengan alasan bahwa gedung DPRD sedang kosong atau pejabat DPRD sedang kosong.

 

"Adapun teman teman yang mendapatkan perlakuan kasar oleh Oknum kepolisian, yakni 4 orang Mahasiswa IAIN dan 3 orang Mahasiswa UNTAD kota Palu," ungkapnya, kepada Utustoria.com. 

 

 Ammink juga menyampaikan, sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, padahal kami datang dengan damai. Jadi pihak kepolisian juga jangan bersikap anarkis terhadap Mahasiswa. 

 

" Kami datang tidak membawa barang tajam, kami hanya ingin menyampaikan aspirasi saja, tdk ada maksud dan tujuan lain," ujarnya .

 

Tambah Ammink, mengenai kejadian ini, kami akan membicarakan ditataran presidium aliansi Mahasiswa Kota Palu, apakah akan menyelesaikan kasus pemukulan melalui jalur hukum mengenai pemukulan tersebut.  Atau teman-teman IAIN mengambil tindakan sendiri. 

 

"Tapi jelasnya kami akan meminta diselesaikan melalui jalur hukum, agar persoalan itu cepat diselesaikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari," tegas Ammink.