HMI se-Sulteng Akui Arya Kharisma Hardi, Sah dan konstitusional sebagai Pj Ketum PB HMI

Utustoria.com , PALU - Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulawesi Tengah serta 4 pimpinan cabang se-Sulteng menanggapi dualisme Pengurus Besar (PB) HMI yang pimpin Saddam Al Jihad dan Arya Kharisma Hardi. 
 
Menyikapi persoalan itu, Ketua Umum Badko HMI Sulteng, Muhammad Rafiq menegaskan Arya Kharisma Hardi merupakan Pejabat (Pj) Ketua Umum PB HMI yang sah dan konstitusional. 
 
"Tidak ada yang institusional, semua sudah melalui kajian hukum. Sehingga terpilihlah Arya Kharisma Hardi sebagai Pj Ketum PB HMI," ungkapnya kepada Utustoria.com ini, Senin (2/9/2019). 
 
Hal senada juga disampaikan Ketua Umum (Ketum) HMI Cabang Palu, Tolitoli, Luwuk, dan Ketum HMI Cabang Persiapan Buol. 
 
Ketua Umum HMI Cabang Palu, Karimul Hamid, menuturkan terpilihnya Arya Kharisma Hardi sebagai Pj Ketum PB HMI telah melalui prosedur.
 
"Saya fikir, ini sudah selesai. Persoalan yang terjadi sebelumnya patut ditindaki secara organisasi dan tidak bisa ditolerir," jelasnya.
 
Terkait imbauan yang dikeluarkan Saddam Al Jihad yang mengatas namakan sebagai Ketum PB HMI tertang imbauan bagi jajaran HMI untuk tidak mengikuti sidang Pleno II PB HMI di bawah kepemimpinan Arya Kharisma Hardi,  Ketum HMI Cabang Tolitoli, Samsudin, menyatakan tidak berlaku bagi seluruh unsur HMI. 
 
"Lebih tidak konstitusional jika Saddam mengeluarkan imbauan. Kan sudah ada penggantinya, lantas kenapa harus mematuhi surat imbauan itu," ujarnya.