Satlantas Polres Palu Bakal Gelar Ops Patuh Tinombala 2019, Berikut Jadwalnya !

Kasat Lantas Polres Palu , AKP M. Abdhi Hendriyatna SIK
Utustoria.com, PALU - Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Palu akan menggelar operasi dengan sandi Operasi Patuh Tinombala 2019, yang akan digelar selama 14 hari, dimulai tanggal 29 Agustus hingga 11 September mendatang, hal itu diberlakukan serentak diseluruh Indonesia.
 
"Operasi Patuh Tinombala 2019, untuk wilayah Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), kegiatan ini dilakukan secara rutin oleh Polri melalui Korlantas Polri, dimulakan Agustus hingga September (14 hari)," Ungkap Kasat Lantas Polres Palu, AKP M.Abdhi Hendriyatna S.I.K kepada awak media, Kamis Siang (22/8/2019).
 
Dijelaskanya, agenda tersebut serentak dilaksanakan seluruh Indonesia, termasuk Kota Palu, terutama di wilayah hukum Polda Sulteng. Adapun sasaran Ops Patuh yakni diantaranya, para warga atau penggendara yang tidak menggunakan helm, melawan arus satu arah, dan melebihi kecepatan maksimal.
 
"Berdasarkan instruksi Korlantas Polri, ada sejumlah Target Operasi (TO), yakni Pengendara roda dua yang tak pakai helm, melawan arah arus, dan pengendara melebihi batas kecepatan, pertimbanganya Polda Sulteng belum memiliki speed gun (alat pendeteksi kecepatan), yang telah menerapkanya yakni Kota- Kota Besar termasuk Pulau Jawa," jelasnya lagi.
 
Target berikut, lanjut dia yakni Pengendara menggunakan handphone, sebab mngurangi konsentrasi berkendara dan sebabkan kecelakaan lalu lintas, kemudian pengendara mabuk,  pengendara dibawah umur yang belum punya SIM, untuk pengendara roda empat dan enam tidak menggunakan sabuk pengaman (Safety Belt), pihaknya tegaskan wajib memakainya.
 
"Untuk target terbaru, ada tujuh prioritas oleh Korlantas, akan tetapi menambah menjadi delapan, yaitu penggunan lampu strobo alias rotator di kendaraan pribadi,  kalau dikendaran Dinas boleh, ada ketentuanya seperti Damkar warna merah, Kepolisian warna biru, Dishub warna kuning berkaitan pelaksana Jalan Raya, dan terakhir Sat Pol PP berwarna Hijau," ujarnya.
 
 Tambahnya, bahwa untuk pelanggaran dalam bentuk, kelengakapan surat-surat berkendaraan (STNK dan SIM) dan knalpot Racing (Bogart) hal itu sebagai bagian Operasi Patuh pelengkap. Akan tetapi Korlantas menekankan tetap prioritas 8 (delapan) Target Operasi.
 
Olehnya, dirinya menegaskan dan menghimbau kepada masyarakat Kota Palu, harus mematuhi peraturan Lalu lintas, dan juga dalam berkendara wajib memerhatikan rambu-rambu, maupun situasi arus Lalu lintas di Jalan Raya, sebab kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) tidak mengenal usia, waktu, kapan, dimana saja, dan semua kecelakaan diawali dari sebuah pelanggaran.