Peringkat SPBE Sulteng Hanya Masuk Kategori Cukup

FGD Layanan Manajemen Data Informasi e-Gov yang dilaksanakan Rabu pagi (21/8), di Hotel Parama Su yang diikuti 36 perwakilan OPD provinsi dan satu narsumber dari Ditjen Aplikasi Kementerian Kominfo. (Ist)
Utustoria.com , PALU - Kepala Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Daerah Provinsi Sulteng Hj. Farida Lamarauna, SE, M.Si mengungkapkan peringkat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Sulteng masih berada di tengah atau kategori cukup, di antara 34 provinsi yang dinilai langsung kinerjanya oleh Kementerian Kominfo.
 
Menurutnya peringkat Sulteng masih mungkin naik asalkan semua pihak berkomitmen membenahi kekurangan-kekurangan yang ada.
 
Harapan itu Ia ungkapkan dalam pengantar FGD Layanan Manajemen Data Informasi e-Gov yang dilaksanakan Rabu pagi (21/8), di Hotel Parama Su yang diikuti 36 perwakilan OPD provinsi dan satu narsumber dari Ditjen Aplikasi Kementerian Kominfo.
 
Secara spesifik katanya ada 4 masalah yang mempengaruhi peringkat SPBE Sulteng.
 
Pertama menyangkut infrastruktur, lalu SDM, ketiga regulasi dan terakhir karena pemahaman yang belum selaras antar OPD.
 
Sebagai dinas baru yang usia pun masih belia, Ia pastikan dinas kominfo masih menggenjot pembangunan jaringan _Fiber Optic_ (FO) yang ditarget baru dapat selesai 2021, mengkonekkan semua OPD provinsi.
 
Sampai saat ini sambungnya baru 16 dari 50-an OPD yang terhubung dalam satu jaringan.
 
Sedang SDM TIK, pihaknya telah menggandeng BKD dan Biro Organisasi untuk memetakan kebutuhan tenaga pranata komputer di OPD.
 
"Bukan hanya bisa memakai aplikasi tapi juga bisa menganalisis kebutuhan organisasi," Ia mengharapkan.
 
Terkait OPD yang masih menganggarkan sendiri-sendiri _bandwidth_ dan _server_ Ia harap tidak lagi terjadi seiring regulasi penganggaran satu pintu yang masih digodok guna meminimalisir anggaran agar tidak sampai mubazir.
 
Regulasi lanjutnya juga mencakup pemahaman ke OPD agar dalam pengembangan aplikasinya mesti konsultasi dahulu dengan dinas kominfo untuk memastikan aplikasi dapat terintegrasi atau tidak.
 
Sebab yang kerap terjadi ialah tumpang tindihnya aplikasi satu dengan yang lain dan pengulangan input data yang sama ke beberapa aplikasi berbeda yang sangat menyita waktu.
 
"Mari bersama membangun demi peningkatan TIK melalui FGD dalam menyeragamkan manajemen data informasi e-gov," pungkas birokrat perempuan yang baru 6 bulan memimpin dinas kominfo, persandian dan statistik Sulteng.