Jadi Narsum Pada Dialog Publik , Walikota Palu Jelaskan Arti Kemerdekaan

Foto : Wali kota Palu Drs. Hidayat, M.Si menjadi salah satu narasumber kegiatan Dialog Publik yang digelar oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kota Palu. (Ist)
Utustoria.com , PALU - Wali kota Palu Drs. Hidayat, M.Si menjadi salah satu narasumber kegiatan Dialog Publik yang digelar oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kota Palu di Aweng Coffe, jalan Samratulangi pada Senin, 19 Agustus 2019.
 
Kegiatan yang dihadiri para OKP yakni BKPRMI Sulawesi Tengah dan kota Palu, Komunitas Ojek Online, serta lainnya tersebut mengangkat tema "Refleksi Kemerdekaan: Bangkit, Bersatu, Membangun Negeri."
 
Dalam paparannya, Wali kota Palu menyampaikan bahwa usia ke-74 tahun ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang relatif muda dibandingkan dengan negara-negara lainnya.
 
"Tapi jika dianalogikan dengan usia manusia, berarti usia negara telah memasuki usia senja," ungkapnya.
 
Wali kota mengatakan berbicara tentang kemerdekaan tidak lepas dari dasar negara yaitu Pancasila. Jika diperas, katanya ada tiga nilai yang terkandung di dalam Pancasila, yakni toleransi, kekeluargaan, dan kegotong-royongan.
 
"Nilai ini yang sedang kita realisasikan di setiap jiwa masyarakat apalagi Pemuda," lanjutnya.
 
Menurutnya, inti dari Kemerdekaan ini yaitu menghidupkan tiga nilai tersebut. Dengan hidupnya ketiga nilai ini, katanya yakinlah hidup kita akan damai, tentram, dan lainnya.
 
"Pancasila itu disimpan di atas tapi nilai-nilai itu harus kita bangun dari bawah," ungkap Wali kota Palu.
 
Oleh karena itu, Wali kota mengajak agar berintrospeksi diri tentang apa yang sudah diberikan untuk bangsa ini di usia masing-masing, karena kemerdekaan ini tidak mudah untuk meraihnya, banyak tetesan air mata hingga tetesan darah bercucuran.
 
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan kota Palu, Bpk. Ansyar Sutiadi, Kepala Bappeda kota Palu, Bpk. Arfan, serta para akademisi.