Rektor Untad Perioritaskan Maba Korban Bencana Pasigala yang Tinggal di Huntara

Foto : rapat pimpinan terbatas di ruang meeting Ketua Senat Lantai III Rektorat. (Istimewa)
Utustoria.com , PALU - Menyikapi isu sosial yang berkembang akhir-akhir ini terkait dengan penerimaan mahasiswa baru (Maba) di Universitas Tadulako dan dinamika Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi warga Pasigala yang tertimpa bencana gempa bumi dan masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara), mendapat respons prioritas.
 
Langkah kebijakan responsif yang dilakukan Rektor Untad Prof Dr Ir H Mahfudz MP adalah menyisir seluruh mahasiswa yang telah melakukan pembayaran UKT Kategori (K-1) Rp 500 ribu per semester namun berubah menjadi K-3 Rp1.750.000 per semester, sebagaimana diberitakan di sejumlah media, maka hari ini (12/08) segera ditetapkan dalam Surat Keputusan Menyikapi isu sosial yang berkembang akhir-akhir ini terkait dengan penerimaan mahasiswa baru di Universitas Tadulako dan dinamika Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi warga Pasigala yang tertimpa bencana gempa bumi dan masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara), mendapat respons prioritas.
 
Langkah kebijakan responsif yang dilakukan Rektor Untad Prof Dr Ir H Mahfudz MP adalah menyisir seluruh mahasiswa yang telah melakukan pembayaran UKT Kategori (K-1) Rp 500 ribu per semester namun berubah menjadi K-3 Rp1.750.000 per semester, sebagaimana diberitakan di sejumlah media, maka hari ini (12/08) segera ditetapkan dalam Surat Keputusan Rektor dengan UKT K-1 Rp 500 ribu per semester hingga yang bersangkutan menyelesaikan studinya selama  14 semester. Langkah ini selain sebagai koreksi atas sistem yang tidak menyimpan data UKT K-1, juga untuk memberi kepastian hukum bagi mahasiswa bahwa hingga mereka menyelesaikan studinya, UKT yang wajib mereka bayar adalah K-1 Rp 500 ribu per semester.
 
Penegasan ini disampaikan oleh Rektor Untad dalam rapat pimpinan terbatas di ruang meeting Ketua Senat Lantai III Rektorat. Hadir dalam rapat tersebut, selain Ketua Senat Prof Dr Ir H Muhammad Basir Cyio, SE MS, juga Ketua Dewan Professor, Prof Mery Napitupulu PhD, Ketua Dewan Pertimbangan Dr Harifuddin Thahir SE MP, Ketua Satuan Pengawasan Intern (SPI) Dr Ikbal SE MSi Ak. Selain itu, Warek Akademik Dr Lukman MHum, Warek Bidang Umum dan Keuangan Dr Muhammad Nur Ali MSi, Warek Kemahasiswaan Dr Ir Sagaf Djalalembah MP, Warek Kerjasama Prof Dr Amar, Ketua LPPMP Dr Golar SHut MSi dan Ketua LPPM Dr Muhammad Rusydi M.Si.
 
Rektor Prof Mahfudz menyampaikan sengaja mengundang pimpinan organ, para warek dan ketua lembaga untuk mendapatkan masukan-masukan strategis. Disimpulkan, selain hari ini SK penetapan UKT K-1 bagi yang telah mendapatkan UKT K-1 semester yang lalu, juga akan membentuk Tim Verifikasi bagi mahasiswa Korban Gempa Bumi Pasigala yang masih tinggal di Huntara. 
 
Tambahnya, mereka yang terdata dari 3 kabupaten/kota tersebut dan terlanjur membayar UKT K-3 Rp1.750.000 per semester akan segera diubah menjadi UKT K-1 Rp 500 ribu per semester. Dengan demikian, pembayaran Rp1.750.000 yang terlanjur disetorkan akan dibuatkan Surat Keputusan Rektor yang menetapkan bahwa dana sebesar Rp1.750.000 akan dijadikan pembayaran yang meng-cover 3 (tiga) semester kedepan setara 3 semester kali Rp 500 ribu, berikut sisa Rp 250 ribu akan menjadi investasi pembayaran untuk semester empat. Dengan demikian, mereka yang telah membayar Rp1.750.000 tinggal membayar Rp 250 ribupada semester keempat untuk mencukupkan Rp 500 ribu dari dana yang masih tersisa Rp 250 ribu.