Pasca Banjir, SMANSU Bantu Benahi Akses Jalan Trans Sulawesi

Foto : jalan poros trans Sulawesi yang menghubungkan desa Tolisu dan Mekar Kencana. Tidak sedikit pengguna jalan yang tergelincir saat melintasi jalan tersebut, hal ini diakibatkan tertutupnya badan jalan oleh lumpur yang kurang lebih mencapai ketebalan 7-8 cm. (Reza Fauzi/Utustoria)
Utustoria.com , BANGGAI - Banjir yang melanda kecamatan Toili pada hari kamis (18/7) sempat melumpuhkan jalur utama jalan poros yang menghubungkan desa Tolisu dan Mekar Kencana. Tidak sedikit pengguna jalan yang tergelincir saat melintasi jalan tersebut, hal ini diakibatkan tertutupnya badan jalan oleh lumpur yang kurang lebih mencapai ketebalan 7-8 cm.
 
Kurang sigapnya pemerintah kecamatan dan desa terdampak pada akses jalan yang dapat membahayakan pengendara tersebut, akhirnya mendorong para siswa-siwi SMA Negeri Tolisu (SMANSU) secara mandiri berinisiatif melakukan gotong royong untuk membersihkannya.
 
Aksi siswa-siswi yang dikomandoi langsung oleh kepala sekolah Bagus Alit Wisnawa ini mendapatkan perhatian serius dan apresiasi dari warga. Tidak sedikit warga yang melintas dengan suka rela ikut membantu bahu-membahu membersihkan lumpur yang menutupi jalan mereka.Bahkan ada dari sebagian warga yang tanpa diminta memberikan bantuan berupa uang.
 
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya berkomentar bahwa uang tersebut sengaja ia berikan agar dapat digunakan oleh siswa-siwi yang bekerja untuk membeli keperluan makan dan minum saat mereka kelelahan bekerja.
 
"Dikasih uang, biar adik-adik bisa lebih semangat kerjanya kalau ada pisang goreng, dan minuman dingin" ungkapnya.
 
Saat diwawancarai oleh Utustoria, Bagus Alit Wisnawa ikut mengakui bahwa sebelumnya sudah puluhan pengendara yang tergelincir ketika melintasi jalan tersebut, sehingga dirinya tidak lagi harus menunggu aparat dalam penanganan jalan publik pasca banjir.
 
"Ini adalah tanggung jawab kita bersama, jika terus menunggu maka akan lebih banyak korban yang berjatuhan dijalan ini, dan karena jalan ini juga merupakan akses siswa-siswi kami, maka sudah sebaiknya kami berbuat" ungkap Pria yang akrab disapa Alit itu.
 
Dirinya berharap kedepan agar situasi seperti ini bisa segera dengan cepat mendapatkan penanganan tanpa harus saling menunggu. sebab, baginya semua hal yang berkaitan dengan kepentingan publik adalah tanggung jawab semua pihak dari elemen masyarakat.